"Hotman Paris, Kami Butuh Bantuan Bapak......"
- Haswadi
"Memang penyidikannya tidak optimal, dokumen lain yang kami lampirkan juga ada keterangan dokter dari fasilitas kesehatan rujukan, dan diagnosa dokter memang ada kekerasan pada anak. Kemudian assesmen P2TPD2A Luwu Timur, tergambar bahwa para anak tidak kelihatan trauma, kami anggap asssesmen ini kami anggap berpihak, karena korban dan terlapor justru dipertemukan, harusnya tidak boleh. Dan justru assesmen dari P2TPD2A yang dijadikan rujukan polisi dalam menangani kasus ini," ujarnya.
Keterangan para anak pada psikolog sebenarnya sudah cukup kuat ditambah keterangan hasil visum dari dokter yang menemukan adanya kekerasan pada korban.
"Kami menunggu respon resmi dari Polri karena kasus ini sudah kami laporkan secara resmi dan sampai hari ini kami belum mendapatkan jawaban. Polri silakan membuka lagi kasus ini biar para anak bisa mendapatkan keadilan, bukan hanya bicara ke media," katanya.
Sementara Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Imamora mengatakan pihaknya menemui ibu korban, siang tadi, Jumat (08/10/2021). Polisi kata dia mengarahkan korban untuk menyerahkan bukti-bukti yang dimiliki pada polisi.
"Tapi kasus ini sudah diambil alih Polda Sulsel. Tadi saya langsung menemui korban di rumahnya dan pada dasarnya ibunya welcome kok dan dalam waktu dekat ini akan menyerahkan sejumlah alat bukti pada kami," kata Silvester Imamora.
Adapun S, terlapor dalam kasus ini belum bisa dikonfirmasi. (Haswadi/MTR)
Load more