Beban Biaya Tenaga Kerja Naik, Efisiensi Energi Jadi Perhatian Industri
- Istimewa
Selain itu, pemerintah menetapkan kenaikan rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 6,5 persen yang berlaku sejak awal 2025. Kebijakan tersebut menambah beban biaya tenaga kerja bagi sektor industri, terutama bagi perusahaan padat karya.
Dalam situasi tersebut, efisiensi menjadi salah satu fokus utama dunia usaha untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan bisnis. Konsumsi energi listrik, yang selama ini menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar di sektor industri, mulai mendapat perhatian lebih sebagai ruang penghematan biaya.
Sejumlah pelaku industri mulai mempertimbangkan langkah efisiensi energi sebagai bagian dari strategi operasional. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan skema sewa, yang tidak memerlukan investasi awal dari pengguna.
Founder dan CEO Suryanesia, Rheza Adhihusada, menyebut efisiensi energi kini bukan lagi sekadar opsi, melainkan kebutuhan strategis bagi pelaku industri di tengah tekanan biaya yang meningkat.
“Penggunaan PLTS atap dapat membantu pelaku industri menekan biaya listrik secara signifikan. Dalam beberapa kasus, potensi penghematan bisa mencapai ratusan juta rupiah per tahun, tergantung luas atap dan pola konsumsi energi,” ujar Rheza.
Menurutnya, penerapan solusi energi alternatif di sektor industri harus memperhatikan stabilitas operasional. Ia menekankan bahwa sistem kelistrikan tambahan perlu terintegrasi dengan infrastruktur yang sudah ada agar tidak mengganggu proses produksi.
“Bagi industri, efisiensi bukan hanya soal penghematan, tetapi juga kepastian operasional. Solusi energi harus berjalan stabil dan tidak menghambat aktivitas pabrik,” kata Rheza.
Ia menambahkan, proses instalasi sistem energi terbarukan perlu direncanakan secara matang agar aktivitas produksi tetap berjalan normal. Dengan pendekatan tersebut, efisiensi energi diharapkan dapat membantu industri menjaga profitabilitas di tengah tekanan inflasi dan kenaikan biaya tenaga kerja.
Load more