Media Italia Blak-blakan, Jay Idzes Dicap Jadi 'Biang Kerok' Sassuolo Dibantai Inter Milan: Terlalu Banyak Blunder
- REUTERS/Matteo Ciambelli
tvOnenews.com - Klub Jay Idzes, Sassuolo, harus menelan kekalahan telak saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan Serie A.
Bermain di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Senin (9/2), tim asuhan Fabio Grosso dipaksa menyerah 0-5 dalam laga yang sejak awal berjalan berat bagi tuan rumah.
Gol pembuka Inter hadir cepat melalui Yann Bisseck pada menit ke-11, disusul Marcus Thuram pada menit ke-28.
Memasuki babak kedua, tekanan semakin besar setelah Lautaro Martinez mencetak gol ketiga pada menit ke-50 usai memanfaatkan kesalahan sapuan dari bek Sassuolo sekaligus pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes.
Hasil tersebut sejalan dengan rekap pertandingan pekan ke-24 Serie A yang mencatat kemenangan telak Inter 5-0 atas Sassuolo dalam laga terbaru liga Italia musim 2025/2026.
Sorotan tajam pun datang dari media Italia Tuttomercatoweb yang mengkritik performa lini belakang tim tuan rumah.
”Kinerja negatif dari seluruh pemain belakang Sassuolo. Jay Idzes juga melakukan kesalahan yang berujung pada gol Inter Milan. Idzes terlalu banyak melakukan blunder, terutama di bagian tengah dan belakang,” tulis Tuttomercatoweb.

- REUTERS/Matteo Ciambelli
Situasi semakin sulit bagi Sassuolo ketika gelandang Nemanja Matic menerima kartu merah pada menit ke-55.
Unggul jumlah pemain, Inter kian dominan dan menambah dua gol lagi lewat Manuel Akanji serta Luis Henrique untuk menutup kemenangan besar mereka.
Jay Idzes yang dipercaya tampil sejak menit awal mendapatkan nilai 4,5, angka yang sama dengan rekan-rekan di lini belakang.
Penilaian itu mempertegas buruknya performa pertahanan Sassuolo pada laga tersebut.
Padahal, bek berusia 25 tahun itu sebelumnya sempat menunjukkan performa solid dalam beberapa pertandingan lain menghadapi Inter.
Dalam salah satu laga musim ini, ia tampil disiplin penuh selama 90 menit dan mendapat pujian pelatih atas konsistensi serta keberaniannya di lini belakang meski timnya kalah tipis.
Kekalahan telak ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Fabio Grosso.
Organisasi pertahanan menjadi fokus utama evaluasi, mengingat rapuhnya koordinasi lini belakang membuka ruang bagi lawan mencetak peluang dengan mudah.
Load more