News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ekspansi Industri Tekstil Nasional Tunjukkan Prospek Cerah dan Dapat Dukungan Asosiasi

Langkah ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi di sektor tekstil nasional mendapat apresiasi dari berbagai asosiasi industri. 
Rabu, 12 November 2025 - 17:34 WIB
Ekspansi Industri Tekstil Mendapat Dukungan dari Asosiasi
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Langkah ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi di sektor tekstil nasional mendapat apresiasi dari berbagai asosiasi industri. 

Perluasan investasi di bidang ini dinilai menjadi bukti bahwa industri tekstil Indonesia masih memiliki prospek cerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sesepuh Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Frans, mengatakan ekspansi tersebut menunjukkan kepercayaan pelaku industri terhadap potensi besar pasar tekstil dalam negeri. 

Namun, ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah dalam menjaga ekosistem industri tetap menjadi kunci keberlanjutan pertumbuhan sektor ini.

"Regulasinya sudah menunjang akan tetapi kami mengharapkan pemerintah terus memberi perhatian pada ekosistem secara keseluruhan, terutama di bahan baku. Kalau bahan bakunya dicegah, industri bisa berhenti,” ujar Frans saat peresmian perluasan pabrik di Sumedang.

Ia menilai kebijakan impor bahan baku seharusnya tidak dipersulit karena pasokan dalam negeri masih belum mencukupi. 

“Bahan baku seharusnya tidak dikenakan bea masuk, yang seharusnya dikenakan justru di level produk jadi,” tambahnya.

Frans juga menyatakan dukungan penuh terhadap langkah perluasan kapasitas produksi yang tengah dilakukan. 

“Siapa pun yang mau berinvestasi pasti kami dukung. Langkah seperti ini menunjukkan industri tekstil masih punya prospek besar asal pemerintah menjaga ekosistemnya,” tegasnya.

Sementara itu, Sesepuh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) sekaligus President Director Asia Pacific Fibers, V. Ravi Shankar, juga menyambut positif ekspansi di sektor ini.

Menurutnya, integrasi industri dari hulu hingga hilir adalah model ideal bagi industri tekstil nasional untuk tetap kompetitif.

"Ekspansinya bagus. Integrasi dari hulu sampai hilir ini model terbaik untuk Indonesia agar tetap bisa bersaing,” ujar Ravi Shankar.

Ravi menilai, langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana industri tekstil dalam negeri mampu beradaptasi dan terus tumbuh di tengah tantangan global. 

Ia menekankan pentingnya modernisasi sektor hulu agar rantai pasok semakin kuat dan efisien.

"Potensi pasar dalam negeri sangat besar. Sekarang tinggal modernisasi di hulu agar seluruh rantai industri bisa efisien dan berdaya saing tinggi,” jelasnya.

Ravi juga mengingatkan perlunya kebijakan pemerintah yang berpihak pada penguatan industri nasional.

“Kalau pabrik belum modern, biaya produksinya pasti lebih tinggi. Karena itu, modernisasi harus jadi prioritas,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai contoh nyata, perluasan pabrik PT Citra Terus Makmur (CTM) di Sumedang menunjukkan kemajuan industri tekstil Indonesia yang terus bertransformasi menuju efisiensi dan daya saing.

 “Pabrik seperti ini luar biasa. Ini contoh ekspansi yang kita harapkan untuk memperkuat industri nasional,” tutup Ravi.

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT