Detik-detik Mantan Kepala BIN Hendropriyono Harus Bertempur Melawan Anak Didiknya Sendiri, Hal Ini Terhindarkan...
- Tangkapan layar youtube Rhenald Kasali
“Kakinya buntung, tangannya juga satu, matanya tinggal satu yang sehat. Itu bukan hal kecil,” ujar mantan jenderal baret merah tersebut.
Hendropriyono juga menambahkan bahwa masuknya Hercules ke dunia kekerasan bukan pilihan yang ia inginkan.
“Kalau dia bisa memilih, dia tidak akan menjadi preman. Tapi siapa yang mau menerima orang cacat seperti dia kerja? Mungkin tidak ada jalan lain,” ujarnya.
Ketika berbicara soal Hendropriyono, ia merupakan Guru Besar bidang intelijen pertama di Indonesia, bahkan dapat klaim pertama di dunia.
Di bidang militer, Hendropriyono telah banyak terjun di berbagai medan operasi, salah satunya ketika berhasil menyergap pimpinan Barisan Rakyat (Bara), yang bernama Sukirjan alias Siauw Ah San, pada 4 Desember 1973.
Di balik kesuksesannya, ternyata AM Hendropriyono pernah mengalami peristiwa getir.
Peristiwa pedih ini kala AM Hendropriyono hadir bertempur melawan anak didiknya sendiri saat di Batujajar Bandung, Jawa Barat.
- kolase tvOnenews.com
Di mana pertempuran yang dimaksud merupakan peperangan antara Komando Pasukan Khusus (Kopassus) atau yang dulu disebut Kopassandha dengan Pasukan Gerilya Serawak (PGRS) di belantara Kalimantan Barat.
Kala itu, AM Hendropriyono dan pasukan harus berperang dengan anak didik yang dirinya latih sendiri. Hal ini bisa terjadi karena pasca pergantian kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru, PGRS berstatus sebagai musuh Indonesia.
Padahal sebelumnya, diketahui PGRS tidak berada dalam posisi demikian.
Saat itu PGRS dilatih oleh TNI untuk memerangi Inggris yang membantu Malaysia saat Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia.
Namun, ketika Presiden Soeharto naik, PGRS dicap sebagai komunis. Hal ini pun memaksa Jenderal AM Hendropriyono untuk menumpas pasukan PGRS.
Kala itu, mertua eks mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa ini belum bergelar jenderal, namun perwira pertama.
Profil AM Hendropriyono
Diketahui AM Hendropriyono menempuh pendidikan dasar di SR Muhammadiyah Kemayoran. Dirinya juga sempat berpindah ke SR Negeri Jalan Lematang, Jakarta. Pasca SR, Am Hendropriyono melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri 5 Jakarta dan SMA Negeri 2 Jakarta.
Load more