Hendropriyono Ungkap Sosok Hercules yang Sebenarnya, Walau Sempat Dapat Peringatan Keras dari Gatot Nurmantyo, Preman Legendaris itu kata Eks Kepala BIN...
- Kolase tvOnenews.com / Tangkapan layar YouTube Rhenald Kasali / Julio Tri Saputra tvOnenews.com
tvOnenews.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) AM Hendropriyono menguliti masa lalu Ketua GRIB (Gerakan Indonesia Raya Bersatu) Hercules.
Sebagaimana diketahui, terjadi ketegangan antara Rosario de Marshall atau Hercules dengan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Perselisihan keduanya terjadi usai Hercules dengan lantang menghina Letjen (Purn) Sutiyoso dengan sebutan "sudah bau tanah".
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Usai sang mantan preman Tanah Abang itu membela Wapres Gibran Rakabuming Raka soal usulan pemakzulan yang dituntut oleh Forum Purnawirawan TNI.
Adapun salah satu tokoh yang mendukung pemakzulan tersebut adalah mantan Gubernur DKI, Sutiyoso dan pernah menjadi Wadanjen Kopassus tahun 1992.
Sontak saja pernyataan Hercules soal 'bau tanah' itu menjadi perbincangan hangat publik dan memicu reaksi keras dari kalangan Purnawirawan.
Salah satunya yang cukup keras adalah Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang geram atas pernyataan dari Hercules.
Gatot mengecam keras sikap Hercules yang dianggap tidak menghargai tokoh Militer Indonesia, Sutiyoso.
Sambil menyindir Hercules dan disebut tidak tahu diri, karena dalam perjalanannya mendapat bantuan juga dari Purnawirawan TNI.
“Saya sudah dua bulan lebih puasa bicara, tapi begitu soal Hercules, ini kurang ajar nih orang. Tidak tahu diri. Dia merasa paling hebat,” kata Gatot, dalam pernyataan keras yang menyita perhatian publik.
Tak hanya mengecam, Gatot juga mengungkit masa lalu Hercules yang dikenal sebagai mantan TBO (Tenaga Bantuan Operasi)—dan menyebut bahwa keberadaan Hercules di Jakarta tak lepas dari bantuan para purnawirawan TNI juga.
“Ingat, kau dulu TBO. Bisa ke Jakarta juga karena bantuan purnawirawan. Kok ngomong seenaknya. Tidak sopan,” tegasnya.
"Sudah jadi raja kau? kamu itu preman, preman yang memakai pakaian Ormas, saya bisa buktikan kalau kau itu preman," sambungnya.
Hendropriyono Ungkap Sosok Sebenarnya Hercules
Dalam acara bincang bersama Rhenald Kasali, Mantan kepala BIN, AM Hendropriyono berbicara blak-blakan soal Depremanisasi dan Hercules.
"Kalau cuma Hercules, saya rasa kita mesti berpikir dingin, walaupun mungkin hatinya panas, kecewa," ungkap Hendropriyono dilansir dari youtube Rhenald Kasali.
Menurut pandangan Hendropriyono, Hercules dan para prajurit kita adalah korban dari konspirasi global seperti operasi TNI di Timor Timur.
"Yang nyuruh kita Tim-tim siapa? Amerika, karena dia kiranya itu komunis, dia mau balas kekalahannya di Vietnam," ujarnya.
Mertua dari Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa ini menceritakan bahwa Amerika Serikat kalah perang Vietnam tahun 1974.
"Tahun 1975, kami ini termasuk saya, bulan Februari masuk di sana (Timor Timur) Operasi Seroja, dia (Amerika Serikat) yang suruh, kasih mobil utility, banyak sekali," ujarnya.
"Kita kan nggak punya mobil, turun operasi, mobilnya dari Vietnam dibawa ke situ," sambungnya.
Saat itu, Hendropriyono masih berpangkat kapten, a pun meyakini bahwa para bosnya dulu juga disuruh sehingga operasi Seroja itu bisa berjalan.
"Sebelum kita nyerbu itu, banyak yel-yel dan slogan, Viva Amerika, VIVA United States di perbatasan di sana, jadi kita mendung Amerika Serikat untuk menyerbu Timor Timur," jelasnya.
"Selagi Portugal waktu itu dikuasai perwira-perwira revolusioner yang kiri, jadi memang waktunya sangat tepat, sehingga kita tidak terlalu sulit untuk menguasai," sambungnya.
- kolase tvOnenews.com
Kemudian, lulusan Akademi Militer Nasional Magelang tahun 1967 itu mengatakan bahwa pada tahun 1998 terjadi peristiwa diseret ke Pengadilan HAM atas Operasi Timor Timur tersebut.
"Artinya dia (Amerika Serikat) yang memulai, dia yang mengakhiri dan kita dijadikan kambing congek," ucap Hendropriyono.
Menurutnya, hadirnya Hercules juga bagian dari konspirasi global dan merupakan korban.
"Kita harus punya pemikiran ke situ bahwa Hercules cs ini adalah korban transisi, termasuk perwira-perwira yang dulu, para veteran, para purnawirawan, termasuk Prabowo Subianto. Ini semuanya kan korban konspirasi internasional, kita jangan lupa itu," ujarnya.
Adapun jika Hercules dinilai banyak meresahkan dengan Ormas yang dipimpinnya GRIB.
"Kenapa kalau sekarang dinilai meresahkan dan lain-lain kayak begini, berarti kan masalah pembinaan, bukan bekas teroris ini, ini bekas pahlawan, yang sebenarnya harus kita bina secara sistemik," pungkasnya. (ind)
Load more