News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelita Academy Jembatani Perempuan Indonesia Gali Potensi Diri, Selaraskan Tubuh, Pikiran, dan Jiwa

Perempuan kerap dituntut multitasking, menjalani beragam tugas dan peran dalam kehidupannya.
Selasa, 4 Juni 2024 - 09:26 WIB
Perempuan kerap dituntut multitasking, menjalani beragam tugas dan peran dalam kehidupannya.
Sumber :
  • Istimewa

"Kita bersahabat sejak Puteri Indonesia, tapi lintas angkatan. Mbak Indira angkatan senior, angkatan pertama. Jelita Academy ini hadir untuk meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia dan kita juga ingin menyebarkan kebaikan, bagaimana perempuan bisa menyelaraskan hidup mereka. Kita tahu ada tubuh yang perlu sehat dengan nutrisi, olahraga. Ada kesehatan jiwa, mental, yang perlu dijaga juga. Dan ada spiritual. Di sini kita mencoba untuk menyelaraskan ketiga elemen itu di Jelita Academy. Jadi, ada sentuhan fisiknya, groomingnya. Ada sentuhan ke mental health. Kemudian ditutup dengan sentuhan ke jiwanya, spiritual," kata Alia Febyani yang pernah masuk posisi lima besar ajang Puteri Indonesia 2001. 

Mengenai workshop JeLiTa Academy Batch 1, Volume 1, Alia menjelaskan para peserta diajak untuk meningkatkan kesadaran akan dirinya terlebih dahulu.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di batch pertama ini lebih kepada kesadaran dahulu. Kita sadari dulu siapa sih kita, ngapain sih kita, kita bagian dari apa sih? Kalau yang saya pegang di bagian mental health-nya, untuk kesadaran dari diri perempuan itu sendiri. Kita tahu perempuan itu multitasking, perannya banyak. Kita kembalikan lagi ke fitrahnya agar seimbang lagi. Ada yang multitasking sampai sudah burn out, capek, harus begini-begitu sebagai ibu, istri, anak, sebagai apa di kantor. Nah, semua multitasking itu kita coba naikkan kesadarannya," tuturnya.

Setelah itu setiap peserta dibimbing agar mampu mengatasi kendala dan tantangan yang akan hadir dalam kehidupannya mendatang. Juga menjadikan pengalaman baik maupun buruk dalam hidupnya sebagai bahan bakar untuk meningkatkan kualitas diri.

"Kita melatih perempuan ini untuk bisa menavigasi, atau berlatih untuk menghadapi agar bisa melewati gelombang kehidupan yang akan dia lalui di kehidupan pada masa yang akan datang. Kalau sejarah kan sudah berlalu. Misalnya, dia pernah mengalami hal-hal yang traumatik, atau hal-hal yang menyedihkan. Itu kan sudah menjadi bagian dari pembelajaran. Nah, kita ingin perempuan-perempuan Indonesia setelah mengikuti JeLiTa Academy bisa lebih selaras menavigasi gelombang kehidupan yang akan datang. Jadi kita seperti memberi sekoci penyelamat, atau tools, supaya dia bisa pakai pada saat mengarungi kehidupan," katanya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral