News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mondok di Pesantren 18 Tahun, Habib Bahar bin Smith Ngaku Baru Dengar Mazhab Soekarno Seperti yang 'Dianut' Dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang: Ngawur!

Bahar bin Smith yang pernah mondok selama 18 tahun di pesantren memberikan terkait mazhab Soekarno seperti apa yang dianut dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang, merupakan sebuah kesesatan.
Jumat, 21 Juli 2023 - 17:41 WIB
Mondok di Pesantren 18 Tahun, Habib Bahar bin Smith Ngaku Baru Dengar Mazhab Soekarno Seperti yang 'Dianut' Dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang Ngawur!
Sumber :
  • youtube.com

tvOnenews.com - Habib Bahar bin Smith geram dan bersuara terkait Panji Gumilang yang pernah berkata perihal mazhab Soekarno dalam salah satu pidatonya di Ponpes Al Zaytun.

Bahar bin Smith yang pernah mondok dan menuntut ilmu sebagai santri marah dan menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh pimpinan pondok pesantren Indramayu tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Simak reaksi Bahar bin Smith yang pernah mondok di pesantren selama 18 tahun perihal mazhab Soekarno yang dianut dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang tersebut.

Habib Bahar bin Smith Ngaku Baru Dengar Mazhab Soekarno Seperti yang 'Dianut' Dedengkot Al Zaytun Panji Gumilang: Ngawur!. Source: YouTube ordesalafchannel451

Dilansir Jumat (21/07/23) dari tayangan YouTube channel @ordesalafchannel451 dengan judul "18 Tahun Mondok Habib Bahar Baru Dengar Ada Madzhab Bung Karno".

Habib Bahar bin Smith mengaku sangat heran atas pernyataan Panji Gumilang soal mazhab presiden. Ia berusaha adil dengan menempatkan posisinya di tengah atau disebut tawasud.

"Saya mondok 18 tahun, gak pernah saya dengan mazhab Soekarno. Mau madzhab Soekarno, mau mazhab Soeharto, mau mazhab BJ Habibie, mau mazhab Megawati, mau mazhab Gusdur, mau mazhab SBY, mau mazhab Jokowi. Adil gak saya?," tegas Habib Bahar bin Smith.

Bahar menegaskan bahwa tidak ada madzhab seperti itu menurut pengalaman dia menjadi santri.

"Kau mau ikut madzhab apa?. Ini orang gila, yang ikut dia lebih gila. Ini orang bodoh, yang ikut dia lebih bodoh," tegas Bahar bin Smith sambil membelalak.

Bahar bin Smith juga menyangsikan apa yang dilakukan Panji Gumilang sebagai pimpinan Ponpes Al Zaytun merupakan hal yang sesat diluar koridor agama Islam.

"Ini orang sesat, yang ikut dia lebih sesat lagi. Udah gitu dia belain lagi. Makanya saya heran," ujar Bahar bin Smith terheran-heran.

Itu tadi pernyataan Bahar bin Smith menyebut soal mazhab Soekarno yang disampaikan Panji Gumilang merupakan sebuah kesesatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News.

(udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral