Ditunjuk Jadi Ketum PKN, Anas Urbaningrum Masih Kaji Langkah Politiknya
- tim tvOnenews/Rika Pangesti
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan terpidana korupsi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum telah ditunjuk untuk menjadi Ketua Umum Partai Kebangkitan Nasional (PKN) oleh sejawatnya, Gede Pasek Suardika.
Ketua Umum PKN saat ini, Gede Pasek siap sedia menyerahkan kursi jabatannya kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Namun demikian terkait hal ini, menurut Anas, saat ini dirinya belum dapat menentukan langkah politiknya akan kemana setelah bebas dari Lapas Sukamiskin.
Anas mengaku baru akan mengambil keputusan terkait tawaran untuk menjadi Ketua Umum PKN nanti setelah tanggal 9 Juli 2023.
Sebab, menurut Anas, setelah tanggal 9 Juli tersebut ia baru bebas merdeka seperti sediakala.
Diketahui, Anas mendekam di bui selama 8 tahun. Anas baru menghirup udara segar pada 11 April 2023.
Kini, Anas masih dalam pantauan Lapas Sukamiskin atau masa cuti menjelang bebas (CMB) hingga 9 Juli 2023.
"Setelah 9 Juli pasti tanggal 10 Juli, insyaAllah saya akan dalam posisi yang merdeka penuh termasuk ketika mengambil pilihan-pilihan, langkah-langkah politik," ucap Anas saat ditemui di acara Halal Bihalal Jaringan Indonesia (Jari), Minggu (21/5/2023).
Anas mengaku saat ini, dirinya masih mengkaji langkah-langkah politik yang akan diambilnya usai masa cuti jelang bebas berakhir.
"Nah sekarang sedang melakukan pencermatan dan pengkajian dengan seksama apa-apa yang akan menjadi pilihan langkah-langkah saya atau pilihan politik saya," ujar Anas.
Anas mengatakan, ia telah melakukan diskusi dengan Ketum PKN, Gede Pasek terkait tawaran kursi jabatan tersebut.
Namun, ia belum bersedia membeberkan hasil diskusinya saat ini.
"Termasuk nanti saya harus berdiskusi dengan teman-teman JARI, saya berdiskusi dengan Pak Pasek teman diskusi saya. Tapi hasil diskusinya masih rahasia, nanti ya Pak Pasek ya, nanti karena memang ada waktunya," ungkap Anas.
Menurut dia, hasil diskusi antara ia dan Gede Pasek masih rahasia hingga masa yang akan tiba. Saat ini, bahan tersebut masih dimasak matang-matang dengan perspektif seobjektif mungkin.
"Sekarang sedang dalam proses pengkajian yang seksama bagaimana langkah terbaik yang bisa saya ambil berdasarkan kondisi obyektif yang ada," kata dia.
Load more