Khawatir Jadi Klaster Covid-19, Pemkab Sukorhajo Batalkan Konferensi Meski Sudah Siap 100 Persen
- Effendy Rois
Sukoharjo, Jawa Tengah - Konferensi Wilayah Ikatan Pejabat Pembuatan Akta Tanah (IPPAT) Jawa Tengah yang rencananya akan diselenggarakan hari ini, Sabtu (23/10/21) di Best Western Solo baru Sukoharjo, batal diselenggarakan.
Panitia yang telah mengantongi surat izin penyelenggaraan kegiatan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, dibuat kelimpungan dengan pencabutan surat izin kegiatan oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, yang juga selaku Ketua Satgas.
Sekretaris Pengurus Wilayah IPPAT Jateng Herlina mengaku kecewa dengan pembatalan itu. Apalagi keputusan diambil hanya beberapa jam setelah izin dikeluarkan.
"Kami cukup kecewa dengan pembatalan kegiatan ini. Padahal, persiapan sudah matang 100 persen, termasuk surat izin dari Satgas Covid 19 yang sudah di kantongi panitia. Tiba-tiba saja izin dibatalkan. Bupati tidak mau kegiatan tersebut terselenggara," jelas Herlina dalam jumpa pers Jumat (22/10/2021) di Hotel Best Western.
Sebelum izin keluar, imbuh Herlina, petugas Polres Sukoharjo, yang juga anggota Satgas Covid-19, juga sudah datang ke hotel untuk survei lokasi, simulasi, dan diskusi untuk acara Konferwil. Semuanya dianggap lancar dan panitia siap mengikuti semua prosedur yang diberlakukan, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan.
"Kita ikuti semuanya sesuai aturan yang berlaku. Acaranya seperti apa sudah kita sampaikan. Berapa jumlah peserta,dan bagaimana teknis kegiatannya. Kami bahkan membuat surat pernyataan siap dihentikan kegiatannya jika melanggar aturan, " ungkap Herlina.
Keputusan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Sukorharjo membuat panitia terkejut. Dengan persiapan yang sudah matang dan tinggal jalan, tiba-tiba dibatalkan sepihak,
Pelaksana Harian Ketua IPPAT Jawa Tengah Aris Widhi mengungkapkan kronologi pencabutan surat izin berawal saat dia dan Herlima menghadap Bupati Etik Suryani, Kamis (20/10/2021) untuk mengundang Bupati membuka Konferwil. Saat antre di ruang tunggu, masuk seseorang tanpa mengantre menemui Bupati.
Beberapa saat kemudian Aris Widhihidayat dan Herlina dipersilakan masuk bertemu Bupati.
Belum sempat menjelaskan maksud dan tujuannya yakni mengundang bupati membuka acara konferwil, Etik langsung menolak diselenggarakannya acara tersebut dan mencabut surat izin yang sudah dikeluarkan beberpa jam sebelumnya.
"Kami saat itu bingung, tiba-tiba saja kok berubah. Izin yang sudah diberikan baru pagi, siang dicabut tanpa kami diberi kesempatan menjelaskan, " jelas Aris bingung.
Load more