news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri saat masih berseragam Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

Top 3 Voli: Rival Red Sparks Kian Merana, Bak Bumi dan Langit Perbandingan Gaji Megawati Hangestri, Omongan Ko Hee-jin Terbukti

Tiga kabar utama dunia voli Korea Selatan mulai dari nasib Hyundai Hillstate, selisih gaji Megawati Hangestri, hingga omongan pelatih Red Sparks Ko Hee-jin.
Kamis, 24 April 2025 - 10:55 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Dunia voli putri Korea Selatan masih menjadi sorotan publik pecinta olahraga Tanah Air.

Dalam 24 jam terakhir, ada tiga kabar menarik, mulai dari kemerosotan rival Red Sparks, perbedaan mencolok gaji Megawati Hangestri, hingga pembuktian omongan sang pelatih Ko Hee-jin.

Berikut informasi lengkapnya.

Hyundai Hillstate, rival Red Sparks dalam dua musim terakhir di Liga Voli Korea, tengah menghadapi badai besar.

Klub yang sukses menjuarai Liga Voli Korea musim 2024 tersebut justru perlahan kehilangan kekuatannya.

Kehilangan ini tak main-main, karena sejumlah pemain kunci mereka memutuskan hengkang.

Pemain kuota Asia andalan mereka dalam dua musim terakhir, Wipawee Srithong, justru memilih bergabung ke Red Sparks, tim yang sebelumnya jadi lawannya.

Tak hanya itu, salah satu pilar pertahanan tim, middle blocker Lee Da-hyun, juga memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.

Alih-alih bermain di luar negeri seperti rumor yang sempat beredar, Lee Da-hyun kini berlabuh ke Pink Spiders, menambah daftar kekuatan baru klub rival.

Situasi ini jelas membuat kekuatan Hyundai Hillstate menurun drastis.

Baca selengkapnya: Rival Red Sparks Kian Merana! Satu Per Satu Bintangnya Mulai Tinggalkan Juara Liga Voli Korea 2023/2024 Itu

Topik panas lainnya datang dari pengakuan Megawati Hangestri yang kini kembali ke Indonesia dan membela Petrokimia Gresik dalam ajang Proliga 2025.

Sebelumnya, Megawati bermain dua musim untuk Red Sparks dan tampil luar biasa, menjadikannya salah satu pemain asing paling bersinar di V-League.

Selama membela Red Sparks, Megawati menerima bayaran sekitar USD 150.000 atau Rp2,4 miliar per musim.

Jika dibagi selama sembilan bulan kompetisi, jumlahnya mencapai sekitar Rp266 juta per bulan.

Meski angka ini terbilang besar, namun masih kalah jauh dibandingkan dengan bintang lokal Korea seperti Kim Yeon-koung yang digaji hingga ₩800 juta per musim—atau lebih dari Rp9 miliar.

Perbedaan gaji ini pun mengundang diskusi luas. Banyak netizen merasa gaji Megawati belum sepadan dengan kontribusi dan performanya yang konsisten.

Namun, dari sisi pengalaman dan prestise, Megawati telah menorehkan jejak penting sebagai pemain Indonesia yang sukses di kancah internasional.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral