news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi pasangan suami istri.
Sumber :
  • iStock Photo/Vershinin

Waspada! Menikah Dapat Menyempurnakan Separuh Agama, Tapi Bisa Dihukumi Haram Karena Hal Ini

Bagi umat Muslimin, melalui para ulama telah berijma (bersepakat) bahwa pernikahan merupakan hal yang disyariatkan dan menikah hukumnya sangat dianjurkan..
Kamis, 25 Agustus 2022 - 06:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews - Menurut para ahli, kata nikah secara haqiqah (arti sebenarnya) memiliki makna berhubungan intim, sedangkan secara majaz (kiasan) berarti akad

Namun, kata “nikah” di dalam bahasa Arab, menurut para ahli fiqih empat madzhab justru kata yang digunakan secara haqiqah (sebenarnya) untuk mengungkapkan makna akad, sedangkan digunakan secara majaz (kiasan) ketika mengungkapkan makna hubungan intim.

Hukum pernikahan, disyariatkan dengan dalil dari Al-Qur'an, sunnah, dan ijma'. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman yang artinya,

"Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga, atau empat." (Q.S. An Nisaa': 3)

Juga firman Allah SWT yang artinya, "Dan kawinkanIah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan." (Q.S An Nuur:32)

Pernikahan merupakan keinginan setiap insan. Bagi umat Muslim, pernikahan menjadi salah satu ibadah terpanjang dalam hidup, sebab menikah akan menyempurnakan separuh agama.

Meski menjadi ibadah yang menyempurnakan separuh agama, pernikahan dapat pula dikenai hukum haram karena beberapa hal. Dirangkum dari buku “Fiqhul Islam Wa Adillatuhu - jilid 9” karya Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, berikut alasan diharamkannya menikah dalam Islam.

Pernikahan dihukumi Haram


img: iStockPhoto/Nanang Solahudin

Kaum Muslimin melalui para ulama telah berijma (bersepakat) bahwa pernikahan merupakan hal yang disyariatkan.

Namun, menikah justru dapat menjadi haram hukumnya jika seseorang yakin dan paham akan menzalimi dan membahayakan istrinya/suami jika menikahinya, seperti dalam keadaan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pernikahan, atau tidak bisa menghidupi istri dan anaknya kelak.

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam bukunya mengatakan, jika terjadi benturan antara hal yang mewajibkan seseorang untuk menikah dan yang mengharamkan untuk melakukannya. Itu seperti ia yakin akan terjerumus ke dalam perzinaan seandainya tidak menikah dan sekaligus yakin bahwa ia akan menzalimi istrinya, maka pernikahannya adalah haram.

Hal itu berdasarkan firman Allah SWT yang artinya, "Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya." (an Nuur: 33)

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral