- iStockPhoto
Teks Khutbah Idul Adha 6 Juni 2025: Toleransi dalam Kurban, Pesan untuk Merawat Kerukunan Umat
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar (9x), walillahillhamd.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, saudaraku yang berbahagia
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta'ala yang telah melimpahkan karunia dan rezeki kepada kita semua, sehingga kita masih dapat kesempatan berkumpul di sini di hari istimewa, Hari Raya Idul Adha.
Khatib senantiasa mengajak jemaah sekalian marilah sholawat dan salam tercurahkan kepada Nabi kita Baginda Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, kita semoga masuk golongan beriman dan selamat di akhirat nanti. Aamiin.
Hadirin shalat Id dirahmati Allah Subhanahu wa ta'ala
Saya selaku khatib bertugas di sini menerangkan sedikit bahwa, Idul Adha selalu menjadi hari begitu diistimewakan selain Idul Fitri bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bahkan, Idul Adha lebih dari sekadar menyembelih hewan kurban, sejatinya perayaan pada kesempatan hari ini bentuk menyemarakkan peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam hal ketaatan, pengorbanan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.
Namun, dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Indonesia, Idul Adha juga bisa menjadi panggung untuk memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.
Kemudian, melalui Idul Adha juga sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama manusia, tanpa membedakan apa pun latar belakangnya.
Makna kurban di Hari Raya Idul Adha ini tidak lepas kita setidaknya wajib belajar dari keteladanan Nabi Ibrahim AS.
Apakah kita masih mengingat kisah Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Ismail AS? Perjalanan pengorbanan mereka adalah fondasi utama dalam peringatan Idul Adha.
Pengorbanan mereka bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah, melainkan membentuk penguatan simbol dari keikhlasan untuk menyingkirkan ego pribadi dan kepentingan duniawi demi misi ilahi.
Dalam konteks sosial, ada makna menjadi ajakan untuk mengorbankan sikap fanatisme, prasangka, dan kebencian, agar dapat hidup damai berdampingan.
Seperti redaksi dalam dalil Al-Qur’an lewat Surat As-Saffat Ayat 103 bahwa, Allah SWT berfirman:
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ