news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ilustrasi Gaza luluh lantak akibat serbuan tanpa henti Israel..
Sumber :
  • HO-Anadolu/www.aa.com.tr

Buntut Serangan Israel, PBB Tuntut Pertanggungjawaban Setelah Stafnya Jadi Korban di Gaza

Setelah serangan yang dilakukan Israel pada 19 Maret 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut tanggung jawab usai kehilangan staf yang menjadi korban di Jalur Gaza, Palestina. 
Jumat, 25 April 2025 - 21:02 WIB
Reporter:
Editor :

Hamilton, tvOnenews.com - Setelah serangan yang dilakukan Israel pada 19 Maret 2025, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut tanggung jawab usai kehilangan staf yang menjadi korban di Jalur Gaza, Palestina

Dalam serangan tersebut, setidaknya menewaskan seorang staf PBB dan lima orang lainnya yang mengalami luka-luka.

"Pihak berwenang Israel telah menyampaikan kepada kami kesimpulan penyelidikan mereka, dan kami menerimanya," ungkap Juru Bicara PBB Stephane Dujarric kepada wartawan, pada Kamis (24/4/2025).

Dujarric mengatakan para pejabat Israel menunjukkan lebih banyak bekerja sama dan transparansi sejak awal serangannya di wilayah Palestina itu. 

Akan tetapi, dirinya menegaskan bahwa tidak cukup hanya dengan pengakuan saja.

"Yang jelas bagi kami adalah harus ada pertanggungjawaban. bukan hanya untuk insiden ini, tetapi juga untuk semua kejadian lain di mana kami melihat rekan-rekan PBB kami terbunuh di Gaza atau sarana dan prasarana PBB diserang," ujarnya.

"Kami meminta semua pihak agar sepenuhnya mematuhi hukum kemanusiaan internasional, dan itu bagi kami, tentu saja, meliputi perlindungan terhadap warga sipil tetapi juga perlindungan terhadap staf PBB dan kemanusiaan," tambahnya.

Jalur Gaza tengah
Sumber :
  • /ANTARA/Anadolu/PY

 

Kemudian, ia menegaskan bahwa bom Israel yang membuat rumah tamu PBB hancur, sebab lokasinya telah diketahui oleh IDF (militer Israel).

"Kami tahu di mana kami berdiri ... yang perlu kami lihat adalah pertanggungjawaban." kata Dujarric.

Ia juga menyinggung mengenai blokade akses bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel dengan mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) saat dia memperingatkan perihal krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Gaza.

"Blokade total terhadap bantuan kemanusiaan dan persediaan barang lain yang sekarang mendekati hampir dua bulan telah menyebabkan penipisan stok kebutuhan seperti pangan segar dan tenda ... anak -anak kelaparan. Pasien tidak diobati, orang sekarat. Sudah waktunya untuk segera menepis blokade," jelasnya.

Dujarric mengatakan harga pangan naik tajam antara 29 persen hingga 14.100 persen di atas tingkat harga sebelum gencatan senjata. Barang-barang kebutuhan pokok seperti produk susu, telur, buah, dan daging pun kini tak lagi tersedia.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral