- Tangkapan layar YouTube Khalid Basalamah Official
11 atau 23? Ternyata Ini Jumlah Rakaat Shalat Tarawih di Ramadhan dari Anjuran Rasulullah SAW, Kata Ustaz Khalid Basalamah
tvOnenews.com - Ustaz Khalid Basalamah dalam tausiyahnya berbagi penegasan seputar pelaksanaan shalat Tarawih yang benar selama bulan suci Ramadhan.
Ustaz Khalid Basalamah mengatakan shalat Tarawih memang amalan sunnah, boleh dilaksanakan dan tidak dikerjakan tak menjadi masalah, setiap malam bulan Ramadhan.
Permasalahan jumlah rakaat shalat Tarawih di Ramadhan berdasarkan tuntunan dari Rasulullah SAW, kerap kali menjadi perdebatan. Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan kebenarannya.
Ustaz Khalid Basalamah mengatakan sebagian orang berpendapat shalat Tarawih dari anjuran Rasulullah SAW hanya 11 rakaat, sedangkan yang lainnya berasumsi wajib mengisi 23 rakaat.
"Tentu semua shalat 11 rakaat dan 23 rakaat sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam," ungkap Ustaz Khalid Basalamah dinukil dari kanal YouTube Lentera Islam, Minggu (9/2/2025).
- iStockPhoto
Shalat Tarawih memiliki waktu pelaksanaan di setiap malam pada bulan Ramadhan. Hukumnya dalam Islam hanya bersifat sunnah muakkad, tetapi keutamaannya mengandung pahala besar.
Rasulullah SAW langsung menurunkan shalat Tarawih pertama kali berlangsung di Majsid Nabawi, Madinah, bertujuan menghidupkan malam-malam Ramadhan.
Shalat Tarawih cukup memakan waktu yang lama, apabila rutin mengutamakan amalan sunnah ini. Persoalan jumlah rakaat pun mulai timbul, apalagi jika yang didebatkan seberapa banyak rakaat dikerjakan oleh Rasulullah SAW.
Ustaz Khalid Basalamah mengingatkan perselisihan dari jumlah rakaat sunnah Nabi SAW, tidak perlu diperpanjang, apalagi perdebatan ini mengarah persoalan pelaksanaan ibadah.
Perihal 11 dan 23 rakaat, kata Ustaz Khalid, hal itu hasil dari masing-masing dua rakaat shalat Tarawih dan tiga rakaat dari pelaksanaan Witir.
Ia memahami perdebatan ini muncul karena sahabat Umar bin Khattab menunaikan Tarawih sebanyak 23 rakaat, sedangkan Nabi SAW pernah melaksanakannya hanya 11 rakaat.
"Kita enggak usah berselisih untuk masalah ini. Nabi mengerjakannya 11 rakaat, tapi beliau pun pernah bersabda, 'Shalat malam 2 rakaat, 2 rakaat'," beber dia.
"Itulah sebabnya Umar bin Khattab mengerjakan sampai 23 rakaat," tambahnya secara singkat.
Pendakwah kondang lahir di Makassar itu secara tegas membagikan rincian rakaat Tarawih, apabila berpacu pada pelaksanaan yang dikerjakan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
"Kalau sampai sekarang ini masjid yang mulia, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah, (shalat Tarawih) dikerjakan sampai 23 rakaat," tuturnya.
Dewan penasihat syariah sekolah Rahmatan Lil 'Alamin Boarding School di Kabupaten Solok itu kembali mengingatkan, jumlah-jumlah rakaat tersebut, hanyalah bersifat sunnah.
Pemahaman sunnah ini tidak boleh menimbulkan spekulasi yang keliru. Maksudnya, sunnah tersebut berdasarkan apa yang pernah dikerjakan Rasulullah SAW dari segi perbuatan dan ucapannya.
"Tentu ini sunnah, jumlah shalat Tarawih minimal 2 rakaat," tegasnya.
Ustaz Khalid Basalamah menyarankan apabila ingin mengerjakan 11 rakaat, dengan hitungan 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir, bahkan sebaliknya bisa memilih masjid yang pelaksanaannya sesuai keinginannya.
"Tapi kita usahakan, kita carikan masjid, yang masjid itu mengerjakan jumlah yang kita inginkan. Ada sedikit alasannya untuk mengenai masalah ini," terangnya.
"Misal kita ingin shalat tarawih yang 11 rakaat, kita cari yang 11 rakaat, yang 23 rakaat, cari yang 23 rakaat," lanjutnya sambil menerangkan.
Meski begitu, pemilihan mengerjakan jumlah rakaat Tarawih sesuai keinginan, tidak berniat mengarahkan mana masjid yang terbaik untuk menunaikan shalat sunnah tersebut.
"Bukan karena membeda-bedakan, ya. Tapi memang ada hadis, hadisnya begini, kata Nabi SAW," tuturnya.
"Dua orang syaikh ini berkata, 'Wahai saudaraku sebaiknya engkau menyempurnakan shalat tarawih bersama imam, agar engkau termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan semalam suntuk'," sambungnya.
"Hadis Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, An Nasa'i, 'Siapa yang shalat Tarawih di malam hari Ramadhan bersama imamnya sampai imamnya bubar, sampai rakaat Witir terakhir, maka dicatatkan baginya shalat semalam suntuk'," tukasnya.
(udn/hap)