- pexels
Mengenal Al Aqsa dan Fakta-fakta di Baliknya
Kemudian setelah Amirul Mukminin Umar bin Khattab berhasil mengalahkan Romawi dan menaklukkan Yerusalem, Masjidil Aqsa yang penuh sampah itu dibersihkan kembali.
Pernah Dibakar dan Dihancurkan
Dok Serangan Udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza, Minggu, 8 Oktober 2023 (AP Photo/Yousef Masoud)
Sejak dulu hingga hari ini, orang Yahudi, Kristen, dan Islam saling memperebutkan tanah suci Yerusalem.
Akibat perebutan itu, Masjidil Aqsa beberapa kali hancur, meski akhirnya dibangun kembali.
Masjidil Aqsa juga pernah hancur karena bencana. Misalnya, pada abad ke-7 Masjid al-Aqsa hancur karena gempa bumi terjadi di wilayah Yerusalem.
kerusakan kompleks Masjidil Aqsa juga terjadi saat pendudukan Israel pada 1967.
Kerusakan Masjidil Aqsa pernah terjadi akibat pembakaran yang dilakukan oleh seorang turis dari Australia Denis Michael Rohan.
Ia membakar dengan sengaja Masjid Qibla dan mimbar Nuruddin Zanki pada 1969. Dua hari setelah pembakaran, Rohan ditahan pihak berwenang dan dianggap mengalami gangguan mental yang serius sebagaimana yang dilaporkan kantor berita Anadolu.
Tempat Kitab Ihya Ulumuddin Ditulis
Al Aqsa (pexels)
Kitab Ihya adalah salah satu kitab paling terkenal dan berpengaruh dalam literatur Islam. Untuk sementara waktu, Al-Ghazali diriwayatkan pernah tinggal di Masjidil Aqsa dan menulis kitab Ihya Ulumuddin.
Sebuah bangunan yang ada di area di Masjidil Aqsa ada lokasi yang ditandai sebagai kamar tempat al-Ghazali melahirkan magnum opus-nya itu.
Perpustakaan
Al Aqsa (pixbaay/krystianwin)
Masjidil Aqsa memiliki perpustakaan yang mencakup berbagai peristiwa bersejarah penting Palestina di awal abad ke-20.
Perpustakaan Al Aqsa didirikan Dewan Legislatif Muslim Tertinggi pada tahun 1923 dan menyimpan berbagai koleksi manuskrip berharga dan karya yang diterbitkan dalam studi Islam dan Arab.
Mimbar Buatan Jepara
Pada 1969 Masjidil Aqsa dibakar oleh seorang turis dari Australia bernama Denis Michael Rohan yang diduga mengalami gangguan mental.
Dalam insiden itu, Mimbar Nurudin Zanki atau yang lebih dikenal dengan mimbar Shalahuddin pun ikut terbakar. Kemudian, Raja Yordania Abdullah bin Husein II memprakarsai pembuatan replika mimbar masjid tersebut.