- Pexels.com
Sering Disamakan dengan Persia, Berikut Karakter, Sifat hingga Cara Merawat Seekor Kucing Anggora
Anggora juga merupakan kucing yang ramah dengan hewan peliharaan lain di rumah, tetapi mereka akan memperjelas siapa yang bertanggung jawab, dan milik siapa rumah itu, tapi mereka jenis kucing yang tidak suka dipegang lebih dari beberapa menit setiap kali.
Mereka lebih memilih untuk tetap dekat, tetap berada di ruangan bersama dengan pemiliknya dan menyibukkan diri di lantai tempat ia dapat mengawasi aksi dan mengikuti semua acara.
Mereka adalah salah satu ras kucing yang suka berbicara atau mengeong. kucing Anggora bisa sangat vokal dan dapat melakukan percakapan untuk waktu yang lama.
Sejarah
Ada banyak teori tentang asal usul seekor kucing Anggora, menurut salah satu teori, Kucing Ras Pallas bulu panjang, yang merupakan kucing liar asia dan berukuran sebesar kucing domestik, adalah nenek moyang dari kucing Anggora.
Namun hal ini sering dibantah karena Pallas bersifat liar dan agresif, sedangkan Anggora bersifat penyayang. Teori lain menunjukkan bahwa Anggora, seperti kucing domestik lainnya, berasal dari kucing liar Afrika.
Kucing-kucing ini mungkin memperoleh karakteristik berbulu panjang dari mutasi berabad-abad yang lalu, berkembang biak di daerah pegunungan Turki.
Banyak cerita yang dikaitkan dengan ras ini, dimana salah satu legenda menceritakan tentang Nabi Muhammad SAW dan keputusannya untuk memotong lengan bajunya daripada mengganggu Muezza seekor kucing Anggora yang sedang tidur di pelukannya.
Anggora kerap disilangkan dengan Persia untuk menambah panjang dan kehalusan bulunya. Seiring berjalannya waktu sangat memungkinkan gen bulu putih dari Angora menjadi bagian stabil dari garis Persia, mengubah pewarnaan Persia dari abu-abu statis.
Manfaat sebaliknya tidak berlaku untuk Anggora, decara bertahap mereka kehilangan sifat uniknya dan keturunan dari pasangan tersebut menjadi lebih mirip dengan Persia.
Karena Anggora kehilangan kemurnian rasnya akibat dari persilangan, popularitasnya anjlok ke titik terendah sepanjang masa pada tahun 1900-an, memaksa pemerintah Turki untuk mengambil tindakan.
Orang-orang Turki sangat menghargai kucing berbulu putih, bermata biru, dan bermata unik itu, sehingga pemerintah, bersama dengan Kebun Binatang Ankara, memulai program pengembangbiakan yang hati-hati untuk melindungi dan melestarikan kucing Anggora putih murni dengan warna mata biru dan kuning.