- Kolase tvOnenews
Pilih Pulang ke Indonesia, Ternyata Gaji Megawati Hangestri di Petrokimia Gresik Tak Lebih Besar dari Red Sparks? Faktanya...
tvOnenews.com - Megawati Hangestri disebut akan menerima gaji yang lebih kecil saat main di Petrokimia Gresik ketimbang ketika perkuat Red Sparks.
Apalagi, Megawati Hangestri tampaknya hanya akan bermain selama satu bulan saja di Petrokimia Gresik mengingat partai final bakal dihelat Mei mendatang.
Bukan klub luar negeri seperti Jepang ataupun Turki, Megawati Hangestri akhirnya memilih untuk pulang sejenak ke kampung halamannya.
Di sana, dia sudah dipastikan bakal bermain untuk kontestan final four Proliga 2025 yaitu Petrokimia Gresik. Kabar ini bahkan dikonfirmasi oleh Mega sendiri.
“Aku akan bergabung di Proliga di klub Petrokimia Gresik, mungkin minggu depan aku akan bergabung bersama mereka,“ ujar Mega mengutip dari YouTube tvOnenews.
Petrokimia Gresik cukup beruntung bisa mendapatkan Megawati Hangestri. Pasalnya, pengalaman yang dia bawa dari Korea bisa diterapkan di Proliga 2025.
Namun cukup disayangkan, sampai pekan kedua final four Proliga 2025, Petrokimia Gresik malah sama sekali belum memberikan menit bermain untuk Megawati Hangestri.
- KOVO
Usut punya usut, Megawati Hangestri ternyata masih harus menjalani serangkaian prosedur pemulihan cedera. Meski begitu, ia ikut menyaksikan laga dari pinggir lapangan.
Walaupun belum debut, biasanya terdapat pertanyaan berapa nominal gaji yang didapatkan oleh Megawati Hangestri lantaran mau main lagi di Proliga 2025.
Berkat dua tahun pengalamannya di Korea, maka lumrah jika penggemar voli sampai menanyakan berapa uang yang dikeluarkan Petrokimia Gresik untuk membajak Megatron.
Lantas, berapa gaji yang diterima Megawati Hangestri selama bermain untuk Petrokimia Gresik di Proliga 2025?
Sama seperti di Korea, pembayaran gaji oleh klub-klub Proliga ternyata sudah diatur oleh PBVSI selaku otoritas tertinggi olahraga voli tanah air.
PBVSI menetapkan pemberian gaji mulai dari golongan satu sampai empat. Untuk pemain timnas dan punya pengalaman internasional seperti Mega, maka masuk kategori keempat.
Sebagai contoh, ketika Megawati Hangestri memperkuat Jakarta BIN di Proliga 2024 lalu. Mega disebut mendapat bayaran Rp75-125 juta per bulan atau 300-500 juta per musimnya.
Nominal itu mengacu kepada aturan PBVSI yang memasukkan Megawati Hangestri ke golongan empat atau level tertinggi dalam standar penggajian dari federasi.