- Tangkapan layar YouTube Uya Kuya TV
Usai Tio Pakusadewo Bongkar Kebobrokan di dalam Lapas, Sipir Ini Akhirnya Jujur Bilang ke Uya Kuya, Sebenarnya...
"Jual kopi juga, seumpama kita beli kopi di luar Rp3 ribu, di sana bisa Rp18 ribu," ujarnya.
"Tugasnya dari pagi sampai malam memperdagangkan semua dagangan yang ada di kantin yang dikelola oleh mereka (Jeera Foundation), keliling setiap hari." tambahnya.
Dirinya juga mengatakan jika ada beberapa keuntungan yang bisa didapat oleh para napi yang bekerja untuk Jeera Foundation.
"Benefit buat mereka itu, mungkin privilege sih, contohnya yang bekerja di Jeera Foundation, umpama dia pegang handphone ketangkap petugas, petugasnya langsung kembaliin," tuturnya.
"Kalau mereka dioper, karena mereka bagian dari Jeera, bisa dibatalkan, ditahanlah gak dioper lagi," sambungnya.
Ilustrasi Sipir Lapas yang bongkar peran sebenarnya Jeera Foundation (Sumber : istimewa)
Bukan hanya itu, diungkapkan juga jika napi-napi yang bekerja di Jeera Foundation bisa memiliki akses yang bebas berbeda dengan tahanan lainnya.
Pada kesempatan itu juga, sipir penjara tersebut menyebut jika Jeera Foundation adalah pemilik dari anak Menteri, sehingga tidak ada yang berani.
"Sipir-sipir tuh tau nih Jeera Foundation pemiliknya anak dari Pak Menteri ya, siapa yang berani," pungkasnya.
"Seumpama nih, saya sebagai petugas ada lah tamping Jeera pakai handphone, yang sudah jelas handphone dilarang, saya tangkaplah, kalau saya gamau kembalikan, itu saya bisa dimutasi, dimutasi dari bagian lain," terangnya.
Kemudian, sipir itu juga sempat mengatakan jika pemilik dari Jeera Foundation itu merupakan kerabat dari seorang menteri.
"Karena salah satu pimpinan dari Jeera Foundation ini keluarga atau kerabat dari Menteri Hukum dan HAM," ucapnya.
"Kadang mereka menggunakan kekuatannya untuk mengintervensi, mengintimidasi pimpinan di atas kami," ujarnya
"Kalau Pak Menteri nya gak tahu, mungkin aja mereka ngaku-ngaku, kalau menurut saya Pak Menteri nya gak tahu, mungkin aja pimpinan dari Jeera Foundation ini menjual nama Pak Menteri nih, jadi takut semua pimpinan kami," ungkapnya.
(ind/akg)