- Antara
IHSG Menguat ke Zona Hijau, Pasar Saham Optimistis Ikuti Tren Global
Jakarta, tvOnenews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak ke zona hijau pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 4 Desember 2025. Di awal sesi, IHSG dibuka di level 8.646,646, menunjukkan respons positif investor terhadap sentimen global dan regional yang bergerak menguat.
Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.15 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 16,476 poin atau 0,19 persen ke level 8.628,264. Sepanjang sesi awal ini, IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 8.650 sebelum terkoreksi tipis ke 8.620.
Pergerakan indeks juga mencerminkan aktivitas pasar yang dinamis. Tercatat sebanyak 275 saham bergerak menguat, sementara 247 saham mengalami pelemahan, dan 173 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp2,359 triliun dengan volume perdagangan sejumlah 5,857 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar saat ini berada di angka Rp15.846,176 triliun.
Sentimen Investor Dipengaruhi Pergerakan Global
Riset harian BNI Sekuritas mencatat bahwa IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah tipis sebanyak 0,06 persen. Tekanan jual investor asing tercermin dari net sell sebesar Rp230 miliar. Saham-saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BBRI, BUMI, ANTM, TPIA, dan BRPT.
Namun sentimen perdagangan global kini memberikan sinyal positif. Di pasar Amerika Serikat, indeks saham Wall Street mencatat penguatan dua hari berturut-turut pada perdagangan Rabu, 3 Desember 2025. Dow Jones Industrial Average melonjak 408,44 poin atau 0,86 persen, S&P 500 menguat 0,3 persen, sementara Nasdaq Composite naik 0,17 persen.
Kenaikan indeks dipicu oleh data tenaga kerja swasta dari Automatic Data Processing (ADP) yang menunjukkan penurunan sebanyak 32 ribu pekerja pada November. Data ini kontras dengan proyeksi pasar yang sebelumnya memprediksi kenaikan tenaga kerja hingga 40 ribu. Penurunan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) segera memangkas suku bunga dalam pertemuan pekan depan.
Ekspektasi penurunan suku bunga menjadi katalis penting bagi pasar finansial global. Langkah tersebut dipandang investor sebagai sinyal pelonggaran kebijakan moneter setelah periode pengetatan yang berlangsung panjang.
Pasar Asia Bergerak Mengikuti Penguatan Wall Street
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik turut bergerak positif mengikuti reli saham teknologi di Wall Street serta kenaikan signifikan aset digital seperti cryptocurrency.
Pada pembukaan perdagangan Rabu, 3 Desember 2025, indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,14 persen, S&P/ASX 200 Australia menguat 0,18 persen, dan Kospi Korea Selatan mencatat kenaikan 1,04 persen. Tren ini menjadi salah satu faktor pendukung sentimen positif di pasar keuangan kawasan, termasuk Indonesia.
“Dengan mempertimbangkan berbagai faktor domestik dan global, IHSG berpotensi melanjutkan rebound pada perdagangan hari ini,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Menurut riset tersebut, level teknikal IHSG berada pada area support di kisaran 8.550–8.580 dan resistance di kisaran 8.650–8.700.
Prospek Perdagangan: Optimisme Terbatas
Analis menilai pergerakan IHSG pada hari ini masih berada dalam fase penguatan terbatas. Faktor eksternal global, kebijakan bank sentral, serta dinamika saham big cap sektor perbankan dan komoditas diprediksi menjadi penggerak utama pasar.
Meski volatilitas masih berpotensi terjadi, optimisme pasar terlihat meningkat seiring kuatnya dorongan sentimen global dan stabilnya aliran investasi ke aset berisiko.
Dengan kombinasi dukungan eksternal dan prospek teknikal yang membaik, pelaku pasar diperkirakan akan mencermati strategi masuk pada saham berfundamental kuat yang diuntungkan oleh ekspektasi penurunan suku bunga.
IHSG kini memasuki fase penentuan, dan pergerakan pada sesi-sesi selanjutnya akan menjadi indikator arah pasar menuju akhir pekan perdagangan. (ant/nsp)