news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Menaker: 24.036 Pekerja Kena PHK Sejak Awal 2025, Industri Manufaktur Tertinggi

Kemnaker mencatat, jumlah PHK sepanjang 2024 mencapai 77.965 orang. Pada 2023 sebanyak 64.855 orang, sedangkan 2022 tercatat 25.614 orang. 
Senin, 5 Mei 2025 - 12:46 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkap, sebanyak 24.036 pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sejak awal tahun hingga 23 April 2025. Sektor manufaktur menjadi penyumbang PHK terbanyak. 

"Ini data PHK nasional. Pada 2020 saat Covid-19, jumlahnya mencapai 386.000 orang. Tahun 2024 naik dibanding 2023," kata  Yassierli dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (5/5/2025). 

"Data terakhir per April 2025 sudah 24.000 orang kena PHK, atau sepertiga dari total sepanjang 2024. Dibanding tahun lalu, memang ada peningkatan," imbuhnya.

Kemnaker mencatat, jumlah PHK sepanjang 2024 mencapai 77.965 orang. Pada 2023 sebanyak 64.855 orang, sedangkan 2022 tercatat 25.614 orang. 

Pada 2021 angka PHK lebih dari 127.000. Sementara 2020 tertinggi, dengan lebih dari 386.000 pekerja kehilangan pekerjaan.

Sepanjang 2025, sektor industri pengolahan menyumbang 16.801 kasus PHK. Disusul perdagangan besar dan eceran sebanyak 3.622 kasus, serta sektor jasa lainnya sebanyak 2.012 kasus. 

Tiga provinsi penyumbang PHK terbanyak yakni Jawa Tengah dengan 10.692 pekerja, Jakarta 4.649 pekerja, dan Riau 3.546 pekerja.

Adapun penyebab terjadinya PHK antara lain perusahaan rugi/tutup, relokasi usaha, terjadi kasus perselisihan industri, dan tindakan balasan pengusaha akibat mogok kerja.

Kemudian, PHK juga disebabkan oleh alasan efisiensi untuk mencegah kerugian kebijakan transformasi perusahaan, dan pailit atau dalam keadaan penundaan kewajiban pembayaran utang. (nba)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral