- tvOnenews/Julio Tri Saputra
Danantara di Pucuk Saham, Operasional Asuransi Tetap di Tangan Pengurus!
Jakarta, tvOnenews.com — Perubahan struktur kepemilikan di industri asuransi nasional kembali jadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada peran Danantara sebagai pemegang saham strategis dalam sektor reasuransi.
Meski kehadiran entitas tersebut memiliki bobot signifikan di level pemegang saham, pihak pengelola menegaskan bahwa operasional harian perusahaan tetap berjalan normal dan tidak akan terpengaruh.
"Secara garis besar, Danantara hanya berperan di level pemegang saham. Kegiatan operasional tetap sepenuhnya ditangani oleh pengurus," ujar Robby Yanuar Walid selaku Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary PT Indonesia Re, Jumat (24/4/2025).
Pernyataan ini sekaligus meredam kekhawatiran sebagian pihak tentang potensi intervensi kebijakan operasional akibat perubahan pada komposisi pemegang saham. Dalam praktiknya, pengurus perusahaan tetap diberi kewenangan penuh dalam menjalankan strategi bisnis, mengelola portofolio, hingga memastikan komitmen layanan kepada para mitra usaha.
Komitmen Layanan Tetap Terjaga di Tengah Transformasi
Manajemen Indonesia Re menegaskan bahwa konsistensi layanan terhadap perusahaan-perusahaan asuransi, baik sebagai klien maupun mitra, tetap menjadi prioritas utama. Komitmen yang telah terjalin selama ini dipastikan terus diperkuat, sebagai fondasi menjaga kredibilitas perusahaan di mata industri.
"Ini sudah menjadi komitmen. Baik terhadap mitra usaha, maupun terhadap perusahaan asuransi yang kami layani sebagai back-up, semua tetap kami jaga," lanjut Robby.
Pernyataan ini diperkuat dengan kinerja cemerlang Indonesia Re sepanjang 2024. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, Indonesia Re berhasil membukukan laba sebesar Rp143 miliar secara standalone, melesat sekitar 511% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba konsolidasi mencapai Rp72,7 miliar atau meningkat lebih dari 28% dibandingkan tahun 2023.
Dari sisi investasi, nilai total portofolio perusahaan tumbuh 8,5% menjadi Rp6,93 triliun. Instrumen investasi yang digunakan meliputi deposito berjangka, surat utang negara, obligasi, hingga reksadana, yang seluruhnya dikelola dengan prinsip kehati-hatian dan tetap menghasilkan imbal hasil kompetitif.
Stabilitas Operasional dan Tata Kelola Kuat Jadi Kunci
Meskipun beban klaim neto meningkat 15,1% menjadi Rp2,49 triliun, Indonesia Re tetap mampu menjaga solvabilitas dengan rasio sebesar 132,83%, sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi bukti bahwa perusahaan memiliki ketahanan finansial yang kuat dalam menghadapi tekanan klaim di industri.