news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi uang rupiah.
Sumber :
  • pixabay

Rupiah Melesat! Kebijakan Tarif AS Bikin Pasar Keuangan Bergejolak

Rupiah menguat seiring pelemahan dolar AS akibat kekhawatiran retaliasi global terhadap kebijakan tarif baru Trump. Pasar keuangan masih diliputi ketidakpastian
Jumat, 4 April 2025 - 10:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Penguatan ini sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan retaliasi dari berbagai negara terhadap kebijakan proteksionis AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong apresiasi rupiah. "Rupiah diperkirakan akan terus menguat seiring dengan meningkatnya kecemasan negara-negara atas dampak tarif yang diterapkan AS, yang berpotensi menyeret ekonomi Negeri Paman Sam ke dalam resesi," ujarnya kepada tvonenews.com, Jumat (4/4/2025).

Negara-Negara Siap Balas AS

Kebijakan tarif AS yang diumumkan Presiden Donald Trump telah memicu reaksi keras dari berbagai negara. Kanada, melalui Perdana Menteri Mark Carney, menyatakan siap melawan kebijakan tersebut dan akan memperkuat ekonominya di antara negara-negara G7. Meskipun Kanada berhasil menghindari tarif 10 persen dalam Perjanjian USMCA, beberapa barang lain tetap dikenakan bea masuk hingga 25 persen.

Selain Kanada, Uni Eropa (UE) juga bersiap melakukan tindakan balasan. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan paket pertama sanksi untuk merespons tarif baja yang diberlakukan AS. Bahkan, UE tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah tambahan guna melindungi kepentingan bisnisnya.

Di sisi lain, China juga bereaksi keras dengan menyatakan bahwa mereka akan "mengambil tindakan balasan yang tegas" terhadap kebijakan tarif Trump. Negeri Tirai Bambu menghadapi tambahan tarif hingga 34 persen, di luar bea masuk 20 persen yang sebelumnya telah diberlakukan.

Dampak Terhadap Rupiah dan Ekonomi Indonesia

Meski berbagai negara menunjukkan perlawanan, Indonesia kemungkinan besar tidak akan mengambil tindakan serupa. Lukman menilai bahwa pemerintah Indonesia lebih baik mengambil langkah negosiasi dan bersikap "wait and see" terhadap perkembangan global ini.

"Ekonomi Indonesia masih tergolong kecil dalam konteks perdagangan dunia, sehingga retaliasi bukanlah pilihan terbaik. Lebih baik pemerintah fokus pada diplomasi ekonomi untuk menghindari dampak negatif kebijakan ini," ungkap Lukman.

Sementara itu, dolar AS juga melemah akibat data sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM) yang lebih lemah dari perkiraan. Hal ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS yang semakin tertekan oleh kebijakan proteksionis Trump.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral