news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Serikat Petani Indonesia ingin pemerintahan Prabowo evaluasi Kepala Bapanas, buntut mahalnya harga beras yang dirasa tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani..
Sumber :
  • Dok. Bulog

Gabah Murah tapi Beras Mahal, Serikat Petani Indonesia Ingin Prabowo Evaluasi Kepala Bapanas

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, mengeluhkan tingginya harga beras di Indonesia tidak linier dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Kamis, 26 September 2024 - 00:27 WIB
Reporter:
Editor :

Henry juga menyinggung luasnya alih fungsi lahan pertanian selama era Jokowi. Ia mencatat bahwa lebih dari 1,5 juta hektar lahan pertanian telah dialihkan untuk berbagai proyek, seperti Bandara Kertajati, jalan tol, PIK, dan proyek strategis nasional lainnya.

“Kesenjangan lahan semakin tinggi,” katanya.

Sementara itu, Country Director for Indonesia and Timor-Leste dari Bank Dunia, Carolyn Turk, mengungkapkan bahwa harga beras di Indonesia adalah yang tertinggi di ASEAN. 

Pada saat yang sama, kesejahteraan petani di Indonesia termasuk yang rendah.

"Konsumen Indonesia membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk beras dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya," ujar Turk dalam acara Indonesia International Rice Conference (IIRC) di Bali pada Kamis, 19 September 2024.

Ketua Umum Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Ketum Perpadi), Sutarto Alimoeso, menyebutkan bahwa harga beras yang tinggi di Indonesia disebabkan oleh panjangnya rantai pasok.

Hal ini diperparah dengan sulitnya petani memperoleh pupuk dan benih unggulan.

“Rantai pasoknya panjang. Petani bekerja selama empat bulan, tapi pupuk susah didapat, benih berkualitas juga sulit, sehingga beberapa terpaksa membeli secara online yang kualitasnya tidak jelas,” kata Sutarto, mantan Direktur Utama Perum Bulog.

Masalah harga gabah dan kesejahteraan petani yang semakin terpuruk memang menjadi sorotan banyak pihak. 

Oleh karena itu, diperlukan langkah serius dari pemerintah, terutama pemerintahan Prabowo yang akan datang, untuk memperbaiki tata kelola pangan di Indonesia.

Harapan petani saat kni bertumpu pada perhatian yang lebih besar terhadap sektor ini demi kesejahteraan yang lebih baik.

Jokowi: Hargai Kerja Keras Petani

Pada Hari Tani Nasional 2024, Presiden Joko Widodo (Jokowi) serukan seluruh banga menghargai kerja keras petani.

Jokowi menegaskan petani Indonesia berhasil menjadi penjaga ketahanan pangan dan menjaga keseimbangan alam.

"Mari kita bersama-sama menghargai kerja keras petani yang menjaga keseimbangan alam dan ketahanan pangan Indonesia," kata Jokowi melalui akun media sosial X @jokowi, dipantau di Jakarta, Selasa (24/9/2024).

Diketahui, Hari Tani Nasional merupakan peringatan atas perayaan lahirnya Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) pada 24 September 1960. Undang-undang ini dianggap sebagai tonggak penting dalam reformasi agraria di Indonesia.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral