- Istimewa
Mahasiswa Betawi Didorong Jadi Penggerak Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
Ia mengingatkan bahwa persatuan tidak boleh berhenti pada ucapan semata.
“Satu kata yang ingin saya tekankan adalah persatuan. Jangan hanya bersatu di mulut atau terucap di lisan, tetapi bersatulah di dalam hati. Di tangan kalianlah terletak masa depan kaum Betawi,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan terbesar adalah memastikan Jakarta dapat dikelola dengan baik melalui kesungguhan dan tanggung jawab bersama.
“Jika niat kita benar-benar tulus untuk mengangkat harkat, martabat, derajat, dan kemuliaan serta menjaga marwah masyarakat kota ini, maka buktikanlah bahwa di bawah kepemimpinan kita semua dapat tumbuh dan menjadi besar,” tuturnya.
Fauzi juga menegaskan bahwa setiap pihak memiliki peran dalam perjuangan tersebut.
“Yang dapat saya lakukan adalah mengantarkan kaum saya sampai ke depan pintu. Selebihnya adalah tanggung jawab kita bersama. Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bergerak dengan keikhlasan,” tambahnya.
Kepada para mahasiswa yang baru dikukuhkan, para tokoh berpesan agar menjadi generasi produktif yang mampu memberikan kontribusi positif bagi Jakarta. Masyarakat Betawi yang dikenal santun, egaliter, dan terbuka diharapkan tetap menjaga nilai-nilai luhur tersebut sebagai identitas yang membanggakan.
Pengukuhan Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara generasi muda, tokoh masyarakat, dan pemerintah dalam memastikan budaya Betawi tetap hidup sekaligus berperan dalam transformasi Jakarta sebagai kota global. Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diajak bersatu demi masa depan Betawi yang lebih kuat, berdaya saing, dan bermartabat.(chm)