- tvOne - miftakhul erfan
Pasca OTT, Puluhan Karangan Bunga Dukung Wali Kota Madiun Maidi Penuhi Halaman Balai Kota
Madiun, tvOnenews.com - Meski terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus korupsi serta pemerasan fee proyek dan dana CSR oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dukungan kepada Wali Kota Madiun nonaktif Maidi terus berdatangan.
Dukungan moril dari warga kepada Maidi ini dituangkan dalam bentuk karangan bunga. Sejak Sabtu (24/1), puluhan karangan bunga berjejer memenuhi halaman Kantor Balai Kota Madiun.
Bagas (35), salah satu warga Kota Madiun, mengaku sejak pagi hari sejumlah toko bunga terus berdatangan mengantar paket karangan bunga.
“Sejak pagi karangan bunga dukungan untuk Maidi terus berdatangan,” kata Bagas.
Bagas menambahkan, karangan bunga tersebut berisi ungkapan empati sekaligus dukungan serta harapan agar kasus yang menimpa Wali Kota Madiun nonaktif Maidi segera selesai.
“Salah satu ungkapan yang menarik itu, Bapak Maidi cepat pulang kami merindumu,” imbuhnya.
“Kota Madiun tak bisa seindah ini tanpa Bapak Maidi," Pengirim Srikandi, tambah Bagas.
Bahkan, ungkapan yang terasa mengharukan dikirim dari paguyuban pedagang kaki lima dan UMKM Kota Madiun.
“Aku iso duwe lapak mergo Maidi (Saya bisa punya lapak karena Maidi,” tulisnya.
Dukungan moril ini tak hanya datang dari warga Kota Madiun, namun juga dari warga luar Kota Madiun yang mengaku perkembangan Kota Madiun sejak dipimpin oleh Maidi berkembang pesat.
“Wong kabupaten ae merasakan pesatnya perkembangan Kota Madiun, semangat pak Maidi. (Orang Kabupaten saja bisa merasakan pesatnya perkembangan Kota Madiun. Semangat pak Maidi,” tulisnya.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Madiun, Noor Aflah, tidak ada larangan untuk mengirim karangan bunga karena hal tersebut hanyalah sebuah ungkapan dan bentuk kepedulian dari masyarakat untuk wali kotanya.
“Kami tidak melarang masyarakat mengirim karangan bunga, karena itu mungkin sebagai ungkapan dan dukungan kepada Bapak Maidi,” jelas Aflah, Senin (26/1).
Seperti diketahui, selama dua periode masa kepemimpinan Maidi sebagai Wali Kota Madiun, pembangunan fisik terus dilakukan. Hingga saat ini, Kota Madiun dikunjungi banyak wisatawan dari luar daerah, selain karena keindahan dan kebersihannya, juga adanya wisata ikonik di Pahlawan Street Center (PSC).
Sebelumnya, Wali Kota Madiun nonaktif Maidi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1) atas dugaan kasus korupsi dan pemerasan dengan modus fee proyek dan dana CSR.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Maidi (MD) sebagai Wali Kota Madiun, Thariq Megah (TM) selaku Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, dan Rochim Ruhdiyanto (RR) sebagai pihak swasta (rekanan) kepercayaan Maidi. (men/gol)