- Tim tvone - aris wiyanto
Proyek Jalan Tol Jagad Kerthi Bali Resmi Dimulai, Menteri PUPR Targetkan Selesai 2025
Menteri Basoeki juga menekankan, untuk pembangunan jalan tol ini yang harus diperhatikan adalah kualitas dan estetikanya serta kecepatan dalam bekerja untuk pembangunan tersebut.
"Saya akan cek betul, minimal dua shift, satu hari dan tujuh hari seminggu. Kalau bisa mungkin tiga shift sehari, seperti rock an rool tadi. Kalau, cuman kerja biasa-biasa itu sudah lewat waktunya. Kita harus kerja lebih keras untuk lebih cepat, karena ini tuntutan masyarakat jauh lebih tinggi dari pada yang kita siapkan," ujarnya.
"Apa yang kita lakukan ini, bukan mewah-mewahan, tapi sekedar mengejar ketertinggalan, kita masih tertinggal dalam infrastruktur. Kita masih sangat tertinggal, jadi yang kita lakukan kecepatan ini, hanya sekedar untuk mengejar ketertinggalan tersebut," ujarnya.
Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster, dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali sepanjang 96,21 kilo meter merupakan satu-satunya jalan tol yang pertama kali dibangun dengan tambahan fasilitas seperti jalur sepeda maupun kendaraan umum, baik roda empat maupun juga roda dua.
"Jalan tol ini akan melewati 3 kabupaten, 13 kecamatan dan 58 desa dengan estimasi daya konstruksi sebesar Rp24 triliun dan dikerjakan oleh pelaksana yang profesional di bidangnya," jelas Koster.
Ia juga menyatakan, pembangunan jalan tol ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan dan keseimbangan perekonomian antara Bali Utara, Selatan Timur, Barat dan Tengah.
"Dan saya sudah memberikan briefing kepada semua pejabat agar tidak main-main di dalam proses pekerjaan ini. Terutama, para pejabat di lingkungan Kabupaten Jembrana, Tabanan, maupun Badung. Bupatinya, camatnya, kepala desa dan bendesa desa adat harus bekerja dengan fokus, tulus, lurus dengan niat baik supaya proses ini berjalan dengan lancar dan mendapat restu dari alam semesta di Provinsi Bali," ujarnya.
Ia juga menyatakan, bahwa pembangunan Tol Jagat Kerthi memiliki tujuan yang sangat mulia, sebagai sarana yang memberi kesejahteraan dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Bali yang diyakini akan mampu memberikan dampak positif bagi Pemerintah Daerah (Pemda) maupun masyarakat Bali dalam peningkatan investasi pembangunan, peningkatan lapangan kerja dan efisiensi jarak dan waktu tempuh logistik.