- ANTARA
Berkah Dari Pelestarian Adat dan Alam, Ubud Jadi Kota Terbaik Dunia versi Majalah “Travel + Leisure”
Lestarikan Adat
Bagi para pelancong, Ubud terkenal sebagai kota yang kuat mempertahankan budaya, tradisi, seni, pelestarian alam dan keyakinan kuat pada agama Hindu Bali.
Di Ubud, wisatawan akan banyak menemukan pura dengan pintu gerbang khas seni Bali. Berjalan-jalan di kota Ubud, wisatawan akan banyak menemukan sesajen di pinggir jalan yang menunjukan warga Hindu Bali mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan.
Sesekali, wisatawan menghadapi kemacetan di jalan raya karena ada upacara Ngaben, dengan prosesi iring-iringan masyarakat Bali yang mengantarkan jenazah dalam patung sapi, berwarna putih atau hitam.
Di wilayah ini, banyak sekali tontotan gratis untuk wisatawan yang melihat tradisi, religi, budaya pemakaman masyarakat Bali. Turis juga bisa melihat pemandangan alam teras sawah Tegalalang yang indah.
Bagi para pecinta seni, banyak sekali museum lukisan, toko lukisan dan benda-benda seni. Pameran lukisan juga selalu tersedia di Museum Puri Lukisan, Museum Arma, Museum Neka, Museum Don Antonio Blanco, House (Museum) Arie Smith. Semua itu ada di tengah kota Ubud.
Selain itu, banyak toko lukisan di kota Ubud, yang dapat dibeli wisatawan untuk menghias dan mempercantik rumah dan kantor. Terdapat juga toko benda seni (Art Shop) seperti patung dan karya seni kreativiras. Mulai dari pasar seni Sukawati hingga Tegalalang sepanjang 19 kilometer.
Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan salah satu kekhasan Ubud adalah jalan Art Shop terpanjang sedunia, karena tidak ada kota dan negara lain yang memiliki jalan di kanan kiri penuh dengan Art Shop.
Kota Sehat
Ubud juga merupakan kota yang sehat. Asal kata Ubud, sejak abad ke-7 dari Bahasa Sansekerta berasal dari kata Ubad. Sekarang dikenal sebagai Obat. Atau kota yang menyembuhkan.
Oleh sebab itu, di kota Ubud banyak tempat untuk yoga dan meditasi. Tempat Yoga sudah seperti minimarket, ada di setiap sudut kota.
Selain itu, banyak juga restoran, café dan rumah makan yang menyajikan makanan sehat guna menunjang kota Ubud yang dikenal sebagai kotanya para pecinta Yoga.
Kota Ubud juga memiliki banyak restoran dan café yang menyajikan pemandangan alam seperti sawah, air terjun dan hutan yang masih asri. Selain makan dan minum, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan asri.
Keberadaan Monkey Forest di Ubud juga menunjukkan bahwa kota ini merawat hutan beserta isinya ratusan monyet. Masyarakat desa adat Padang Tegal, desa Ubud merawat hutan hingga meraih hadiah Kalpataru karena berhasil melestarikan hutan, flora dan fauna.