

- Kolase tvonenews.com/Julio Tri Saputra & AFC
Calvin Verdonk Hingga Ragnar Oratmangoen Kompak Keheranan dengan Pemecatan Shin Tae-yong, di Hadapan Media Belanda: Dia Masih Cocok...
tvOnenews.com - Keputusan PSSI untuk memecat Shin Tae-yong di awal Januari 2025 masih menjadi sorotan.
Tiga pemain Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen, Kevin Diks, dan Calvin Verdonk, mengaku tidak memahami alasan di balik keputusan tersebut.
Dalam wawancara eksklusif di podcast Ziggo Sport, ketiganya secara terbuka mengungkapkan kebingungan mereka terhadap langkah PSSI yang dipimpin Erick Thohir.

- YouTube Ziggo Sport
Percakapan ini baru dirilis di kanal YouTube mereka pada Kamis (20/3/2025), sehari setelah Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-5 dari Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Saat ditanya mengenai pemecatan Shin Tae-yong, Ragnar Oratmangoen mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya terkejut dengan keputusan tersebut.
"Kami semua berpikir hal yang sama, kenapa (memecat Shin Tae-yong) sekarang? Di sisi lain, ya itu mungkin adalah jalan yang kami tempuh. Jalan yang ditempuh presiden (Ketua Umum PSSI Erick Thohir)," ujar Ragnar Oratmangoen.
- Instagram/0ratmangoen
Menurutnya, Shin Tae-yong adalah sosok pelatih yang memiliki metode kerja berbeda dengan pelatih Eropa, tetapi tetap membawa dampak positif bagi tim.
"Mungkin karena kami orang Eropa dan dia dari Asia, jadi metode kerjanya sangat berbeda. Tapi saya pikir, dia itu bagus untuk kelompok ini," tambahnya.
Pernyataan ini juga diamini oleh Calvin Verdonk, yang menegaskan bahwa Shin Tae-yong bukan sosok yang keras seperti yang pernah disebutkan Marc Klok.
"Ya, dia juga sering bercanda dan hal semacam itu. Jadi menurut saya, dinamikanya baik-baik saja dengannya," ungkap Verdonk.
- Facebook - NEC Nijmegen
Sebelumnya, PSSI mengklaim bahwa Shin Tae-yong mengalami kendala komunikasi karena hanya berbicara dalam Bahasa Korea. Namun, menurut para pemain, hal itu bukanlah hambatan berarti.
"Ya itu hal yang normal, (ada perbedaan) sehingga kita tidak terbiasa dengan hal itu. Tapi saya pikir bahwa dia masih (sosok yang) cocok untuk tim ini," sambung Ragnar.
Senada dengan dua rekannya, Kevin Diks juga membantah anggapan bahwa Shin Tae-yong sulit bergaul dengan para pemain.
"Saya melihat dia bisa tertawa dengan baik di grup. Saya di sana baru empat atau lima hari," sahut Kevin Diks.
- PSSI
Sementara itu, di tengah kontroversi pemecatan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia baru saja mengalami kekalahan telak 1-5 dari Australia pada matchday ke-7 Grup C di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025).
Dalam laga tersebut, Socceroos tampil dominan dengan mencetak lima gol, masing-masing oleh Martin Boyle (18’ - penalti), Nishan Velupillay (20’), Jackson Irvine (34’, 90+1’), dan Lewis Miller (61’).
Timnas Indonesia sempat menciptakan peluang emas di awal pertandingan, termasuk tendangan penalti Kevin Diks yang membentur tiang gawang.
Namun, setelah peluang tersebut gagal dimanfaatkan, Australia bangkit dan mendominasi pertandingan.
Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh Ole Romeny pada menit ke-78, tetapi itu tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia turun ke peringkat keempat di klasemen sementara Grup C dengan enam poin.
Dengan tiga pertandingan tersisa, peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka.
- Kolase Tim tvOnenews
Namun, skuad asuhan Patrick Kluivert harus segera bangkit jika ingin menjaga asa melaju ke babak selanjutnya.
Keputusan PSSI memecat Shin Tae-yong semakin dipertanyakan setelah hasil buruk ini.
Apakah pergantian pelatih benar-benar menjadi solusi terbaik? Atau justru membawa Timnas Indonesia ke situasi yang lebih sulit?
Yang pasti, suporter Garuda kini menuntut perubahan nyata agar Indonesia tetap berada di jalur menuju Piala Dunia 2026! (asl)