- ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/12
Nostalgia Persib: Charis Yulianto, Bek Jebolan Baretti yang Sukses di Persija, tapi Kurang Beruntung di Bandung
Karier kepelatihannya bermula saat ia menukangi akademi sepak bolanya sendiri CFA Academy selama tiga tahun, mulai dari 2014 hingga 2017.
Dari situ, Charis Yulianto mulai dipercaya menjadi pelatih tim muda sejumlah klub Indonesia seperti Bhayangkara FC U-19 dan Borneo FC U-20.
Ia juga pernah menjadi asisten pelatih di Borneo FC, Arema FC, hingga Persela Lamongan sebelum naik kelas dan promosi sebagai pelatih kepala.
Kiprah Charis Yulianto sebagai pelatih kepala dimulai dari Sumbersari FC, PSCS Cilacap dan yang masih bertahan hingga sekarang adalah Batavia FC.
Charis Yulianto cukup percaya diri bawa Batavia FC promosi ke Liga 3. Ia diberi kesempatan kedua untuk melakukan hal ini setelah gagal di musim lalu.
Di sisi lain, Charis Yulianto pernah berkesempatan dampingi Shin Tae-yong sebagai asisten pelatih dalam dua pertandingan di timnas Indonesia senior.
Dalam kesempatan itu, Charis Yulianto mengakui kalau Shin Tae-yong punya sifat keras kepala. Namun katanya, hal itu memang diperlukan sebagai seorang pelatih.
“Sebagai seorang pelatih kepala memang harus keras kepala. Harus punya prinsip,“ kata Charis Yulianto di YouTube Bung Binder.
“Karena apa? Karena, ibaratnya pelatih itu seperti supir. Harus memilih penumpang yang benar-benar, memilih pemain yang harus lebih mau keinginan dia yang bertanggung jawab di atas lapangan,“ jelasnya.