- ANTARA/Ari Bowo Sucipto/ed/pd/12
Nostalgia Persib: Charis Yulianto, Bek Jebolan Baretti yang Sukses di Persija, tapi Kurang Beruntung di Bandung
PSM Makassar jadi destinasi berikutnya untuk Charis Yulianto saat memasuki musim 2003 sebelum kemudian diangkut Persija Jakarta dua tahun setelahnya.
Masa singkat Charis Yulianto di Persija Jakarta ternyata cukup berkesan. Di klub ini, ia hampir dua kali menjadi juara. Tapi sayang, dewi fortuna belum berpihak.
Ketika itu, Charis Yulianto berduet dengan Hamka Hamzah yang sama-sama datang dari PSM Makassar di lini pertahanan Macan Kemayoran.
Keduanya bahu membahu bawa Persija Jakarta ke final Liga Indonesia 2005. Kendati demikian, sang lawan Persipura Jayapura berhasil remontada di babak extra time sekaligus jadi juara.
Ketidakberuntungan kembali diterima Charis Yulianto. Kali ini saat melawan mantan timnya Arema Malang di Copa Indonesia. Persija Jakarta kalah di final dengan skor 3-4.
Semusim berikutnya, Charis Yulianto membuat keputusan mengejutkan. Ia hengkang ke rival Persija Jakarta yaitu Persib Bandung.
Di Persib Bandung, Charis Yulianto seolah kehilangan sinarnya. Persib Bandung gagal beranjak dari peringkat tiga terbawah Liga Indonesia musim 2006.
Dari Bandung, bek jebolan Italia ini ke Sriwijaya FC. Gelar domestik yang didambakan akhirnya kesampaian bersama klub asal Palembang ini.
Tiga musim di Sriwijaya FC, gelar Copa Indonesia dan Liga Indonesia dipersembahkan. Ia juga berkesempatan tampil di Liga Champions Asia.
Charis Yulianto tampak puas dengan pencapaiannya di Sriwijaya FC. Ia pun pulang ke tanah kelahirannya dengan gabung Persela Lamongan dan Arema Malang.
Sementara itu, kegemilangan Charis Yulianto di level klub membawanya ke Timnas Indonesia. Sejak 2004-2010, total 36 caps dan dua gol dicatatkan.
Pelatih kawakan seperti Benny Dollo hingga Peter Withe kerap memanggil Charis Yulianto apabila memasukan list pemain belakang Timnas Indonesia.
Update Kabar Charis Yulianto
Kembali ke klub pertamanya Arema Malang, Charis Yulianto memilih pensiun di tim ini pada 2012. Tak butuh waktu lama, ia ambil lisensi kepelatihan.
Setahun usai gantung sepatu, Charis Yulianto mendapat lisensi kepelatihan C AFC, lalu naik kelas ke B tahun 2017 dan yang terakhir mendapatkan lisensi A pada 2017.