Suami Tak Mampu Bayar Ambulans, Jenazah Ibu dan Ana Diangkut Perahu
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video amatir yang memperlihatkan proses evakuasi jenazah seorang ibu dan bayinya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah kerabat terlihat memikul jenazah dengan susah payah untuk dinaikkan ke atas perahu.
Kedua jenazah rencananya dipulangkan ke Pulau Batu Atas dengan waktu tempuh sekitar empat hingga enam jam perjalanan laut. Proses pemulangan dilakukan di tengah cuaca buruk.
Pilihan menggunakan perahu diambil karena suami almarhumah disebut tidak mampu membayar biaya ambulans milik salah satu rumah sakit swasta.
Sementara itu, kasus kematian Bripda Dirja Pratama juga menjadi sorotan. Anggota yang bertugas di lingkungan Polda Sulawesi Selatan tersebut dilaporkan meninggal dunia di asrama pada 22 Februari 2026.
Keluarga menduga korban meninggal akibat kekerasan yang dilakukan seniornya. Setelah proses autopsi, keluarga menemukan sejumlah kejanggalan, antara lain luka lebam di bagian perut kanan dan leher, serta darah yang keluar dari mulut korban.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang.
Pihak keluarga menyatakan korban tidak memiliki riwayat penyakit dan sempat berkomunikasi dengan ibunya sebelum meninggal dunia.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan kekerasan tersebut. Keluarga mendesak agar kasus ini diungkap secara transparan dan pelaku ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Dua peristiwa ini menjadi perhatian publik di Sulawesi Selatan dan memunculkan harapan agar penanganan kasus dilakukan secara cepat, terbuka, dan berkeadilan.