news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri.
Sumber :
  • istimewa

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Minggu, 29 Maret 2026 - 00:02 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Dia mendesak pemerintah untuk memperkuat cadangan pupuk nasional dan mempercepat pengembangan pupuk dalam negeri. 

“Konflik di Timur Tengah bukan hanya isu geopolitik, tetapi ancaman nyata bagi rantai pasok pertanian kita,” kata Hindun, Sabtu (28/3/2026).

“Pemerintah harus bergerak cepat. Jika tidak diantisipasi, petani akan menanggung beban biaya produksi yang sangat tinggi, dan target swasembada pangan kita bisa terancam,” lanjutnya.

Walaupun bahan baku pupuk diimpor dari wilayah Eurasia, tetapi dia menilai tekanan harga pasar global tetap tidak bisa dihindari.

Berdasarkan data terbaru, harga pupuk nitrogen global meningkat hingga 32,4 persen. Sedangkan, harga urea naik sampai 50 persen sejak konflik berlangsung.

“Ini tentu akan sangat memberatkan para petani jika benar terjadi,” kata Hindun. 

Selain ancaman kenaikan harga pupuk, dia juga mengingatkan terkait ancaman kelangkaan pasokan pupuk karena hambatan logistik. Pasalnya, sepertiga perdagangan pupuk global berbasis laut melewati Selat Hormuz.

Menurut Hindun, jika kelangkaan pupuk terjadi, maka akan berdampak terhadap penurunan produktivitas tanaman secara nasional. Sebab, petani mengurangi penggunaan pupuk hingga menunda masa tanam.

“Jangan sampai saat musim tanam tiba, pupuk justru langka atau harganya tidak terjangkau. Kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga energi global juga akan menekan margin kesejahteraan petani kita,” jelas dia. (saa/aag)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:43
01:51
03:52
00:58
02:11
02:23

Viral