Sumber :
- Antara
Token Listrik Habis? Ini 3 Cara Membuatnya dari Bahan Sederhana
Para pejabat Kementerian Pertahanan, seperti dikutip media lokal Turki, memberikan pembelaan dengan menyebut protokol tempat duduk itu tidak dikhususkan untuk Barrack saja dan bahwa pengaturan yang sama diterapkan terhadap sejumlah pejabat yang berkunjung ke kantor Kementerian Pertahanan.
Selasa, 20 Januari 2026 - 13:18 WIB
<p>Foto itu ramai dibahas di media sosial, dengan dibanjiri kritikan yang menafsirkan foto tersebut mengindikasikan bahwa Duta Besar AS mendominasi suasana, menempatkan para pejabat Turki dalam posisi seperti bawahan.
"Apakah orang ini seorang Duta Besar atau seorang gubernur kolonial?" kritik salah satu anggota parlemen Turki, Luftu Turkkan, dari partai sayap kanan IYI, dalam pernyataan via media sosial X."Tidak ada yang berhak menggambarkan Turki dalam keadaan tidak berdaya seperti itu," tegasnya.
Para pejabat Kementerian Pertahanan, seperti dikutip media lokal Turki, memberikan pembelaan dengan menyebut protokol tempat duduk itu tidak dikhususkan untuk Barrack saja dan bahwa pengaturan yang sama diterapkan terhadap sejumlah pejabat yang berkunjung ke kantor Kementerian Pertahanan.Namun para pengkritik mengatakan bahwa protokol negara bersifat seragam dan praktik menerima tamu telah diatur oleh konvensi nasional yang ditetapkan."Kecuali jika mereka yang ditugaskan untuk menangani protokol adalah individu-individu yang kurang memiliki keahlian profesional... mereka diharapkan untuk memahami konvensi negara yang telah ditetapkan," kata Namik Tan selaku wakil ketua partai oposisi utama, CHP, dan mantan Duta Besar Turki untuk AS.