Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Jerman tengah mempertimbangkan kemungkinan boikot Piala dunia FIFA 2026 jika Donald Trump benar-benar menganeksasi Greenland, sebagai bentuk tekanan politik terhadap kebijakan kontroversial tersebut, menurut pernyataan seorang politisi senior partai Kristen Demokrat Uni Kristen Demokrat/Serikat Sosial Kristen (CDU/CSU).
Jürgen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri fraksi CDU/CSU di parlemen Jerman, mengatakan bahwa opsi boikot hanya akan dipertimbangkan sebagai langkah terakhir untuk menekan pemerintahan Amerika Serikat agar membatalkan rencana aneksasi Greenland yang menuai kritik internasional.
Piala Dunia FIFA 2026 dijadwalkan berlangsung 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan akan digelar bersama oleh tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Wacana boikot mencuat di tengah ketegangan geopolitik seputar usulan Trump untuk mengambil alih Greenland, yang ditentang oleh pemerintah Denmark dan mayoritas penduduk setempat.
Greenland secara resmi merupakan bagian dari Kerajaan Denmark dengan status otonomi luas, dan para pemimpin serta warga sekitar menegaskan mereka tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Hardt menekankan bahwa boikot bukan langkah yang diinginkan pihaknya, tetapi bisa menjadi alat tekanan simbolis jika semua upaya diplomatik gagal untuk menghentikan aneksasi.
Pernyataannya juga menunjukkan bahwa Piala Dunia memiliki nilai emosional dan simbolis yang tinggi, termasuk bagi Presiden Trump.
Sampai saat ini, pemerintah Jerman belum mengambil keputusan final soal boikot dan wacana tersebut masih berada pada tahap pertimbangan. Keputusan akhir kemungkinan mempertimbangkan banyak faktor diplomatik dan tanggapan publik di Eropa.