news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi saham BBCA..
Sumber :
  • Istimewa

Saham BCA Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan, Asing Lepas Rp 757 Miliar, Tapi Ada Sinyal Cuan Besar di Depan...

Saham BCA (BBCA) anjlok 2,64% ke level terendah 3 bulan, asing jual Rp 757 miliar, tapi analis menilai ada peluang cuan hingga 50% dari harga saat ini.
Kamis, 9 Oktober 2025 - 10:55 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 2,64% ke level Rp 7.375 pada penutupan perdagangan Rabu (8/10/2025). Angka ini menjadi posisi terendahnya dalam tiga bulan terakhir. Data perdagangan mencatat sebanyak 168,08 juta saham ditransaksikan dengan frekuensi 63.785 kali dan nilai transaksi mencapai Rp 1,25 triliun.

Penurunan tajam ini diikuti dengan aksi jual besar-besaran dari investor asing, yang mencatatkan net sell sebesar Rp 757,29 miliar dalam sehari. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), saham BBCA sudah terjun 23,77% dengan net sell asing mencapai Rp 31,19 triliun. Tekanan jual ini membuat saham bank swasta terbesar di Indonesia itu melemah cukup dalam, meskipun secara fundamental masih tergolong solid.

Valuasi Saham BCA Kini Murah

Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, valuasi BBCA kini berada pada titik menarik. Rasio price to book value (PBV) tercatat 3,48 kali, jauh di bawah rata-rata tiga tahun terakhir yang berada di 3,93 kali (-2 standar deviasi). Sementara price earning ratio (PER) berada di level 15,96 kali (TTM), juga di bawah rata-rata tiga tahun terakhir 17,48 kali.

Dengan kata lain, saham BCA kini sedang berada di posisi “diskon” jika dibandingkan dengan valuasi historisnya. Ini menjadi salah satu alasan mengapa sejumlah analis menilai bahwa tekanan jual yang terjadi saat ini justru membuka peluang bagi investor jangka panjang.

Lo Kheng Hong: BCA Adalah “Wonderful Company”

Pandangan positif terhadap saham BCA bukan hal baru. Dalam Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2023, investor kawakan Lo Kheng Hong menyebut BCA sebagai “wonderful company” yang telah membuktikan konsistensi kinerjanya. Selama lebih dari 23 tahun, saham BBCA terus tumbuh dan memberikan imbal hasil luar biasa bagi para pemegang sahamnya.

Menurut Lo, BCA memiliki manajemen yang solid, risiko kredit rendah, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan ekonomi. Faktor-faktor inilah yang membuat saham BBCA tetap dianggap layak dikoleksi meski tengah terkoreksi dalam.

Rekomendasi Analis: Potensi Cuan Hampir 50%

Dari sisi rekomendasi, KB Valbury Sekuritas tetap mempertahankan rating “buy” untuk saham BBCA. Berdasarkan perhitungan dengan Gordon Growth Model (GGM), target harga saham BBCA dipatok di Rp 11.080 per saham. Jika target ini tercapai, maka potensi kenaikannya hampir mencapai 50% dari harga penutupan terakhir.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:33
04:11
01:51
08:55
01:00
01:09

Viral