- Rika Pangesti/tvOnenews
Beberapa Jam Setelah Polisi Umumkan Diplomat Arya Daru Bunuh Diri, Kriminolog Bilang Kalau...
"Korban (ADP) membuat polisi lalu terpaksa melakukan cara-cara yang lalu kemudian bisa dikatakan sebagai tidak terlalu sistematis," tuturnya dilansir dari kanal Youtube tvOnenews.
"Bayangkan ya, yang bersangkutan dicitrakan dan juga disebutkan oleh teman-teman Aspifor sebagai orang yang berkinerja, produktif, disukai di masyarakat, memiliki rekam jejak yang baik," tuturnya.
Tapi di pihak yang lain, sangat berbeda.
"Dia memiliki obsesi bunuh diri, dia memiliki indikasi depresi, dan memiliki prilaku yang boleh dibilang sosial yang tidak adaptif dengan citranya. Jadi dua pribadi yang berbeda, bertolak belakang jelas Kriminolog.
Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa pada awalnya polisi membuka semua kemungkinan.
"Kalau kembali diskusi awal, ada tiga kemungkinan, pertama pembunuhan, kedua bunuh diri, ketiga adalah kematian karena kecelakaan," tuturnya.
"Membuat semua kemungkinan pencarian data, barulah kemudian mengerucut salah satu, maka dalam hal ini dengan satu tujuan bahwa untuk mengkondisikan masyarakat barulah dilepaskan (informasi full terkait CCTV)," sambungnya.
Di sisi lain, dia sempat mempertanyakan faktor yang membuat ADP disebut bunuh diri, dia tidak melihat hal tersebut.
"Saya selalu mengatakan bahwa bunuh diri itu selalu perbuatan yang ekstrem, perbuatan yang fatal bagi yang bersangkutan dan biasanya pendahulunya adalah prilaku, perkataan, tulisan yang aneh-aneh, tapi saya dalam hal ini tidak mendapatkan masukan sama sekali dari kepolisian, apa prilaku anehnya?" ujar Adrianus Meliala.
"Semua mengatakan dia baik, pada hari-hari terakhirnya tidak menunjukkan gejala-gejala prilaku yang lain, pasti dengan kata lain teori bunuh diri juga memiliki kelemahan," tuturnya.
Namun, ketika dirilis rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik Arya Daru saat di rooftop gedung Kemlu sebelum pulang ke kosannya.
"Nah kemudian begitu dilepas video tersebut, nah inilah yang disebut prilaku yang aneh tersebut, yang memperkuat teori bunuh diri," pungkasnya. (rpi/ree/ind)