news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Konferensi pers pengungkapan kasus kematian diplomat muda Kemenlu, ADP (39) oleh Ditrskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025)..
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

Beberapa Jam Setelah Polisi Umumkan Diplomat Arya Daru Bunuh Diri, Kriminolog Bilang Kalau...

Analisis Kriminolog soal kematian Arya Daru masih menyisakan tanda tanya, meski pihak kepolisian sudah menyatakan bahwa ini merupakan kasus bunuh diri. (31/7)
Kamis, 31 Juli 2025 - 16:23 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Analisis Kriminolog soal kematian Arya Daru masih menyisakan tanda tanya, meski pihak kepolisian sudah menyatakan bahwa ini merupakan kasus bunuh diri.

Kriminolog membeberkan analisisnya mengenai misteri kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu RI) Arya Daru Pangayunan (ADP).

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya mengumumkan penyebab kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (ADP). 

Bukan dibunuh seperti kabar simpang siur yang beredar, polisi menyebut kematian Arya Daru karena diduga mengalami depresi.

Ketua Apsifor, Nathanael EJ Sumampouw dalam konferensi pers yang digelar Selasa (29/7/2025) menjelaskan alasan Arya Daru melakukan tindakan menghabisi nyawa sendiri. 

Dari keterangan yang diberikan oleh keluarga dan rekan kerjanya, Arya Daru dikenal sebagai sosok pribadi yang sangat positif, bertanggung jawab juga suportif, dan pekerja keras serta peduli terhadap lingkungan. 

Menurutnya hal itulah yang akhirnya membuat Arya Daru kesulitan untuk mengekspresikan emosi negatif.

Konferensi pers pengungkapan kasus kematian diplomat muda Kemenlu, ADP (39) oleh Ditrskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (29/7/2025).
Sumber :
  • Rika Pangesti/tvOnenews

 

“Sebagai sosok yang sangat positif di lingkungan, almarhum sangat sulit ekspresikan emosi negatif yang kuat terutama dalam situasi tekanan yang tinggi,” ungkapnya. 

Bukti lain yang semakin memperkuat adalah ditemukannya data Arya Daru yang menghimpun mengakses layanan kesehatan mental dari tahun 2013 kemudian berlanjut di tahun 2021.  

Pekerjaan Arya Daru juga disinyalir menjadi tekanan baginya dan menimbulkan depresi. Apalagi ia harus melihat peristiwa-peristiwa memilukan yang dialami Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri hingga melibatkan emosional kejiwaannya sendiri.  

“Peran tersebut menuntut empati yang tinggi dan sensitivitas sosial sehingga menimbulkan burnout, kelelahan kepedulian, terus menerus terpapar pengalaman penderitaan, dinamika psikologis itulah yang kami temukan di akhir kehidupannya,” jelasnya. 

Kepolisian Polda Metro Jaya menyatakan bahwa tidak ditemukan unsur pidana atau keterlibatan pihak lain dalam kematian Arya Daru. 

Analisis Kriminolog soal kematian Arya Daru

Kriminolog, Prof. Adrianus Meliala hadir sebagai narasumber di Catatan Demokrasi tvOne, tepat setelah rilis yang disampaikan oleh pihak kepolisian Polda Metro Jaya.

"Korban (ADP) membuat polisi lalu terpaksa melakukan cara-cara yang lalu kemudian bisa dikatakan sebagai tidak terlalu sistematis," tuturnya dilansir dari kanal Youtube tvOnenews.

"Bayangkan ya, yang bersangkutan dicitrakan dan juga disebutkan oleh teman-teman Aspifor sebagai orang yang berkinerja, produktif, disukai di masyarakat, memiliki rekam jejak yang baik," tuturnya.

Tapi di pihak yang lain, sangat berbeda.

"Dia memiliki obsesi bunuh diri, dia memiliki indikasi depresi, dan memiliki prilaku yang boleh dibilang sosial yang tidak adaptif dengan citranya. Jadi dua pribadi yang berbeda, bertolak belakang jelas Kriminolog. 

Lebih lanjut, ia berpandangan bahwa pada awalnya polisi membuka semua kemungkinan.

"Kalau kembali diskusi awal, ada tiga kemungkinan, pertama pembunuhan, kedua bunuh diri, ketiga adalah kematian karena kecelakaan," tuturnya.

"Membuat semua kemungkinan pencarian data, barulah kemudian mengerucut salah satu, maka dalam hal ini dengan satu tujuan bahwa untuk mengkondisikan masyarakat barulah dilepaskan (informasi full terkait CCTV)," sambungnya.

Di sisi lain, dia sempat mempertanyakan faktor yang membuat ADP disebut bunuh diri, dia tidak melihat hal tersebut.

"Saya selalu mengatakan bahwa bunuh diri itu selalu perbuatan yang ekstrem, perbuatan yang fatal bagi yang bersangkutan dan biasanya pendahulunya adalah prilaku, perkataan, tulisan yang aneh-aneh, tapi saya dalam hal ini tidak mendapatkan masukan sama sekali dari kepolisian, apa prilaku anehnya?" ujar Adrianus Meliala.

"Semua mengatakan dia baik, pada hari-hari terakhirnya tidak menunjukkan gejala-gejala prilaku yang lain, pasti dengan kata lain teori bunuh diri juga memiliki kelemahan," tuturnya.

Namun, ketika dirilis rekaman CCTV yang memperlihatkan gerak-gerik Arya Daru saat di rooftop gedung Kemlu sebelum pulang ke kosannya.

"Nah kemudian begitu dilepas video tersebut, nah inilah yang disebut prilaku yang aneh tersebut, yang memperkuat teori bunuh diri," pungkasnya. (rpi/ree/ind)


 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:05
01:27
12:44
15:36
06:26
05:03

Viral