news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pidato sambutan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam acara Koordinasi Nasional Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan, di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Mentan Andi Amran Masih Enggan Ekspor Beras, Ternyata Ini Alasannya...

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengaku belum memiliki ketertarikan untuk melakukan ekspor beras ke luar negeri. 
Sabtu, 26 April 2025 - 15:40 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengaku belum memiliki ketertarikan untuk melakukan ekspor beras ke luar negeri. 

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab kini ia tengah menyusun langkah untuk dapat mencukupi terlebih dahulu kebutuhan beras di dalam negeri. 

"Kita upayakan dulu, stock kita perkuat. Yang penting kita dulu cukup," katanya di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Sabtu (26/4). 

Amran menegaskan, bahwa kebutuhan dalam negeri jauh lebih penting untuk tetap menjaga ketersedian stok untuk masyarakat. 

Ia juga mengaku, tidak ingin gegabah untuk mengambil keputusan terkait dengan ekspor beras, hal itu bertujuan guna menghindari terjadinya boomerang dalam ketersediaan stok untuk kedepannya. 

"Kita siapkan betul-betul lebih dari cukup bila perlu. Kenapa? Iklim tidak bersahabat, kita harus mengantisipasi terburuknya," tandasnya. 

Diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengungkapkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hingga April 2025, produksi gabah nasional mencapai 13,9 juta ton.

Sementara, konsumsi beras domestik tercatat sekitar 10,37 juta ton, hal itu menunjukkan surplus dan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

Selain itu, Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menjelaskan, keberhasilan program penyediaan air melalui pompanisasi dan pipanisasi yang memungkinkan petani menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

Melalui program itu, lebih dari 2 juta hektare lahan berhasil dialiri air, meningkatkan produktivitas pertanian yang sangat signifikan. 

Hal itu disampaikan Sudaryono saat membuka acara International Fertilizer Producers Event di Bali pada Rabu (23/4), yang dihadiri pelaku industri pupuk dari berbagai negara.

“Indeks pertanaman kita meningkat. Ini berarti produktivitas lahan juga naik. Satu kali tanam dalam setahun kini bisa menjadi dua hingga tiga kali. Ini capaian luar biasa,” ungkapnya, dikutip Jumat (25/4).

Dengan peningkatan produktivitas itu, Indonesia semakin optimis untuk mencapai swasembada beras. Apalagi, Perum Bulog telah menyerap 1,4 juta ton gabah dari target 2 juta ton pada bulan April 2025. Jika target tersebut tercapai, Indonesia tidak lagi memerlukan impor beras. (aha/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral