news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara.
Sumber :
  • IST

Pengusaha Lokal Desak Mendag Memoratorium Ekspor Kelapa Bulat

Melonjaknya ekspor kelapa dari Indonesia tak dirasakan oleh semua pihak. Di sejumlah sentra industri turunan kelapa dalam negeri, suasana justru muram.
Jumat, 25 April 2025 - 15:32 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Melonjaknya ekspor kelapa dari Indonesia tak dirasakan oleh semua pihak. Di sejumlah sentra industri turunan kelapa dalam negeri, suasana justru muram. Para pengusaha lokal mulai kewalahan. Bahan baku yang biasa mereka dapat dengan mudah, kini langka dan mahal. Pemerintah, tepatnya kementerian perdagangan yang diharapkan bergerak cepat dinilai terlalu lalai menyikapi persoalan ini. 

Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (ASBRINTARA), Denni Fauzi menyatakan masifnya ekspor kelapa bulat menyebabkan industri lokal kehilangan bahan baku. Kemendag terkesan baru merencanan regulasi, padahal pengusaha lokal dan masyarakat sudah beberapa bulan terakhir sulit mendapatkan kelapa. 

“Kalau terus begini, pabrik dan industri lokal yang bergantung dengan kelapa bisa tutup. Pengusaha lokal sudah mulai melakukan PHK. Jika Kemendag tidak cepat mencarikan solusi. Ada beberapa teman pengusaha yang sudah menjual aset untuk menggaji karyawan karena mahal dan sulitnya mendapatkan kelapa,” ujar Denni, Jumat (25/4/2025). 

Di balik kilau angka ekspor kelapa bulat yang terus menanjak, ada jantung industri dalam negeri yang mulai melemah. Pabrik santan, pengolahan minyak kelapa, hingga industri makanan kecil di berbagai daerah kini kesulitan mendapatkan bahan baku. Kelapa bulat, yang menjadi bahan dasar serbaguna, tak lagi mudah ditemukan.

“Kelapa bulat bukan hanya produk mentah. Ia adalah titik awal dari ribuan industri kecil hingga menengah yang menyerap jutaan tenaga kerja,” ujar Denni.

Kementerian Perdagangan sejauh ini belum memberikan sinyal kebijakan konkret. Hanya pernyataan bahwa “pemerintah sedang mengkaji keseimbangan antara ekspor dan kebutuhan nasional.” Namun para pelaku industri, pengusaha kaki lima makanan sampai kebutuhan rumah tangga berharap kebijakan pemerintah cepat dan solutif. 

Kelapa bukan sekadar buah ekspor. Ia adalah salah satu urat nadi ekonomi rakyat. Jangan tunggu pabrik tutup baru negara bereaksi.  Ini sudah menjadi bola salju bagi pemerintah, semakin lama masalah ini akan semakin besar, sebelum gerakan gelombang masyarakat semakin masif.

"Kami mendesak Mendag memoratorium ekspor Kelapa bulat sampai Ekosistem usaha dan Kebutuhan didalam negeri stabil, paralel dengan pemerintah merancang aturan yang dapat mengakomodir petani, pelaku usaha sampai dengan kebutuhan rumah tangga, "tutup Denni. (ebs)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:01
05:20
03:42
28:51
12:19
16:55

Viral