- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Pelamar PPSU Tembus 7.000 Orang, Pramono Anung Pastikan Rekrutmen Transparan Tanpa ‘Orang Dalam’
Jakarta, tvOnenews.com - Lonjakan jumlah pelamar Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) di Jakarta menandakan tingginya angka pengangguran sekaligus antusiasme warga untuk mendapatkan pekerjaan.
Dalam tiga hari terakhir, antrean panjang terlihat di Balai Kota Jakarta, tempat warga menyerahkan lamaran secara langsung.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pun angkat bicara. Ia menegaskan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka dan profesional.
“Secara khusus kami sudah meminta kepada wali kota dan juga kelurahan terkait untuk proaktif menerima pendaftaran. Kalau pendaftaran masih banyak, memang artinya orang yang membutuhkan kerja juga meningkat,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat (25/4).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka lowongan untuk 1.100 posisi PPSU, yang populer disebut sebagai “pasukan oranye”. Dia menegaskan tak akan ada praktik kotor dalam seleksi.
“Kami akan melayani pendaftaran ini sampai selesai dan untuk itu nanti prosesnya akan dilakukan secara terbuka,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Pramono juga menyoroti tanggung jawab penuh yang seharusnya dipegang oleh wali kota dan kelurahan dalam proses pendaftaran, menanggapi keluhan pelamar yang menumpuk di Balai Kota akibat minimnya informasi dari tingkat kelurahan.
“Sebenarnya kami sudah memutuskan dalam rapat bahwa wali kota yang harus bertanggung jawab untuk proses pendaftaran ini,” tegasnya.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, turut mengungkapkan bahwa jumlah pelamar hingga Kamis (24/4) telah melebihi 7.000 orang.
“Kemarin sudah ada 7.000 lebih, hari ini berapa tentu kita belum menghitung,” katanya.
Salah satu kisah haru datang dari Uji Nur (52), seorang ibu yang mengantarkan anaknya Riska (22) untuk melamar menjadi PPSU. Meski Riska hanya lulusan SD, harapan besar disematkan pada rekrutmen ini.
“Saya antar anak saya kan bisa daftar mulai dari SD, makanya hari berangkat dari pagi semoga bisa rezeki keterima,” ucap Uji dengan mata berbinar-binar.
“Saya berdoa terus agar anak saya bisa lolos dan berhasil,” lanjutnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan antrean pelamar mengular sejak pagi hari. Mereka datang dari berbagai wilayah di Jakarta, membawa amplop cokelat berisi surat lamaran, pas foto, dan fotokopi KTP, semuanya berusaha tampil rapi demi kesan pertama yang baik.