news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Sumber :
  • Tim tvOne/Syifa Aulia

Megawati Sindir KPU dan Bawaslu: Kok Bisa Nurut?

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) yang diam saja saat ada kecurangan maupun pelanggaran Pemilu 2024.
Minggu, 26 Mei 2024 - 17:52 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) yang diam saja saat ada kecurangan maupun pelanggaran Pemilu 2024.

Dalam pidato politiknya pada penutupan Rakernas V PDIP, dia menyebut tantangan Indonesia ke depan tidak mudah.

Kata dia, Indonesia memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk membangun sistem hukum yang berkeadilan. Sebab, dia menilai hukum sekarang sudah dimanipulasi.

“Saya bilang, hukum itu sekarang versus hukum. Hukum yang mengandung kebenaran, berkeadilan, melawan hukum yang dimanipulasi,” ujar Megawati di Beach City International Stadium Ancol, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2024).

Dia menyebut manipulasi dan pelanggaran hukum terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu.

“Heran saya KPU. Loh iya loh. Kok enggak ngerti saya. Kok bisa nurut gitu. Padahal Komisi Pemilihan Umum. Kan harusnya dia pasti luber (langsung, umum, bebas, rahasia). Pasti jurdil (jujur dan adil). Jadi apa, netral. Eh enggak, aduh pusing dah,” jelasnya.

Presiden ke-5 RI itu pun kemudian menyindir Bawaslu yang tidak bertindak tegas ketika ada pihak yang melanggar Pemilu.

“Bawaslu, mana saya dengar semprit. Enggak ada. Kan mestinya sempritnya tuh keras banget kan. Prat prit prat,” kata Megawati

“Apalagi yang kemarin, mestinya prat prit prat prit, enggak ada. Sepi, sunyi, sendiri. Bener apa ndak? Gawat. Jadi ayo dibenerin dah,” sambung dia. (saa/ebs)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:03
13:51
02:38
01:18
01:21
01:18

Viral