Tim kuasa hukum Richard Eliezer tinjau langsung tempat kejadian perkara (TKP) rumah Ferdy Sambo di Saguling dan Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.Â
Kuasa hukum Bharada E alias Richard Eliezer, Ronny Talapessy mengatakan hakim melihat ada CCTV di lantai dua dan tiga rumah Ferdy Sambo, Saguling, Jaksel.Â
Pengacara Putri Candrawathi, Arman Hanis, menyebutkan pemeriksaan TKP di rumah Duren Tiga itu untuk membuktikan Putri Candrawathi tidak melihat penembakan Brigadir J.
Lanjutan sidang pembunuhan berencana Brigadir J, Terkuak sosok yang menyimpan bukti krusial CCTV saat Yosua masih hidup dan Ferdy Sambo di TKP Pembunuhan, 27/10
Hotman Paris Awalnya Berhasrat Ingin Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Tawaran Duit Menggiurkan Sudah Sempat Diiyakan, Kesepakatan Batal Akibat Hal ini. Ternyata...
Di Depan Deddy Corbuzier, Hotman Paris Bilang Sebenarnya Mau Jadi Pengacara Ferdy Sambo, tapi Istri dan Anak Hotman Murka: Memang Bapak Kurang Duit? Adapun...
Di Hadapan Deddy Corbuzier, Hotman Paris Jujur Soal Tawaran Menggiurkan Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Akui Sudah Deal Harga, Batal Gara-gara Hal ini. Adapun...
Air Mata Ferdy Sambo Berlinang Saat Mau Habisi Brigadir J Secara Sadis, Bripka RR yang Umbar Hal itu: Saya Lihat Bapak Nangis. Secara emngejutkan, Ferdy Sambo..
Emosi Memuncak, Air Mata Ferdy Sambo pun Tumpah Sebelum Habisi Brigadir J Secara Sadis, Bripka RR: Tak Biasanya Seperti itu, Bapak Sampai Menangis. Ternyata...
Air Mata Ferdy Sambo Tumpah Saat Mau Lenyapkan Nyawa Brigadir J Secara Sadis, Bripka RR yang Bilang: Saya Lihat Bapak Menangis. Adapun ajudan Ferdy Sambo itu...
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.