Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengumumkan pemberitahuan resmi dari FIFA terkait kasus tujuh pemain naturalisasi tim nasional Malaysia, menyusul keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS)
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mendesak Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) meninggalkan gaya tata kelola individualistis dan beralih ke model pengelolaan organisasi yang berbasis kebijakan serta aturan yang jelas.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) tengah berada dalam sorotan setelah Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjatuhkan sanksi berat akibat pelanggaran regulasi pemain pada pertandingan persahabatan internasional.
Isu soal kemungkinan Vietnam dan Malaysia bermain aman di fase grup SEA Games 2025 langsung menuai sorotan luas. Banyak pihak menilai hasil imbang akan menguntungkan kedua tim sekaligus merugikan Timnas Indonesia U-22 yang sedang berjuang lolosn ke semifinal.
Komite Banding FIFA tetap menjatuhkan sanksi denda dan larangan aktivitas sepak bola profesional di seluruh dunia pada tujuh pemain naturalisasi setelah terbukti atas pemalsuan dokumen.Â
Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berat kepada Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) setelah terbukti menggunakan dokumen palsu dalam proses naturalisasi tujuh pemain asing yang sempat memperkuat timnas Malaysia.
Ranking FIFA Juli 2025: Indonesia naik ke posisi 118 dunia, salip Malaysia dan makin dekat dengan Vietnam. Timnas Garuda catat kemajuan usai Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Mantan petinggi AFF bongkar ketergantungan Indonesia dan Malaysia pada miliarder seperti Erick Thohir dan Tunku Ismail dalam proyek naturalisasi. Apa jadinya jika mereka tak lagi di pucuk kekuasaan?
Media Vietnam soroti klarifikasi FAM soal naturalisasi pemain ilegal, bandingkan dengan kasus Timor Leste yang pernah dihukum berat FIFA hingga dilarang 5 tahun.
Timnas Indonesia U-23 mencuri perhatian pelatih Vietnam dan Malaysia. Media Vietnam soroti dugaan sanksi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) buntut program naturalisasi.
Pimpinan Pusat (PP) Perisai Syarikat Islam mendukung penuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia.
Staf Khusus Menteri Agama RI sampaikan pesan mendalam dalam Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 Keluarga Besar Kawanua se-Dunia Indonesia di Jakarta (29/1/2026).