Menurut para pedagang, harga kedelai mengalami kenaikan sejak dua bulan terakhir. Di mana harganya berangsur naik tiap harinya mulai Rp 100-1.000 per kilogram.
Harga kedelai melonjak, perajin tahu dan tempe di Dukuh Gilingan Lor, Desa Urutsewu, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah menaikan harga jual tahu dan tempe.
Harga kedelai impor semakin melonjak mencapai Rp 14.500 per kilogramnya. Melonjaknya harga kedelai impor tersebut semakin membuat pusing produsen tahu dan tempe
 Harga kedelai di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masih bertahan di angka Rp 13 ribu perkilonya. Akibatnya, para perajin tempe terpaksa perkecil ukuran.
Tingginya harga kedelai sejak akhir bulan Desember 2021 hingga saat ini, tak mempengaruhi pengusaha tempe di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, untuk tetap melakukan produksi.
Belum adanya Solusi terkait kenaikan harga pokok kedelai di harga Rp 11.500 per kilo gram, membuat seluruh perajin tempe di Sentra Kampung tempe Sukomanuggal Surabaya bersepakat untuk menaikan harga jual tempe dan tahu berkisar 10 persen hingga 20 persen
Mendag Lutfi menyebut tidak semua asosiasi perajin tempe dan tahu melakukan mogok produksi. Masih banyak perajin yang tetap produksi meski harga kedelai naik.
Harga kedelai yang kini terus mengalami kenaikan membuat produsen tahu tempe di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menjerit. Mereka mengalami penurunan omset hingga terpaksa harus bertahan dengan harga jual murah agar tidak kehilangan pelanggan.
Belum selesai dengan harga minyak goreng kemasan, industri tahu dan tempe kini dihadapkan dengan mahalnya harga kedelai. Para perajin inipun terancam bangkrut.