PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND, memiliki peran strategis dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial.
Mengarungi awal tahun 2025, PT Pos Indonesia atau dikenal dengan brand PosIND, kembali ditunjuk oleh Kementerian Sosial RI (Kemensos) sebagai kepanjangan tangan pemerintah, sebagai mitra penyaluran beberapa jenis bantuan sosial (bansos),
PT Pos Indonesia (Persero) kembali mendapat amanah dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2025.
Bansos PKH bulan November akan disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) kepada keluarga yang memenuhi syarat, melalui bank-bank tertentu yang telah ditunjuk.
PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND telah merealisasikan 97 persen dari target bansos sembako dan program keluarga harapan (PKH) kepada penerima manfaat.
PT Pos Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal dengan brand PosIND, menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada penerima di seluruh Indonesia.
PT Pos Indonesia (Persero) atau POS IND melanjutkan penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH dan sembako di Kota Salatiga, Jawa Tengah pada awal April 2024.
Mensos Risma siap datang ke MK jika dirinya terima undangan perihal memberikan keterangan pada sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.
PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako triwulan IV tahun 2023, di sejumlah daerah di Indonesia. Salah satunya, Kota Manado, Sulawesi Utara.
PT Pos Indonesia telah lama menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan beragam bantuan sosial (bansos). Mulai dari bansos sembako, BLT BBM, PKH, bansos Covid-19, hingga yang terbaru bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan BLT El Nino.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.