Penembakan Ajudan Kadiv Propam
Mantan Pengacara Bharada E Sebut Putri Candrawathi dan Kuat Sudah Rencanakan Sesuatu yang Negatif untuk Brigadir J, Deolipa Yumara: Memprovokasi Ferdy Sambo
Setelah kepergok Brigadir J, Putri Candrawathi tidak mau satu mobil dengan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Brigadir J Disuruh pindah ke mobil belakang.
Bharada E Mengaku Curiga dengan Hubungan Putri Candrawathi dan Kuat, Deolipa Yumara: Mereka Sama-sama Pintar Simpan Rahasia
Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara juga mengatakan bahwa Bharada E dan Brigadir J sudah menaruh kecurigaan kepada Putri Candrawathi dan Kuat Maâruf.
Rekontruksi Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Tembakan Pistol ke Arah Tembok Seusai Menghampiri Tubuh Brigadir J
Setelah Brigadir J Tergeletak Seusai Ditembak, Ferdy Sambo berdiri dan mengarahkan tembakan melalui senjata yang dipegangnya ke arah dinding menuju lantai dua.
Kasus Pembunuhan Berencana Brigadir J Masih Bergulir, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kembali Dilaporkan Atas Laporan Palsu Kematian Si Ajudan
Belum selesai dengan kasus pembunuhan Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo kembali dilaporkan atas tuduhan kasus lain mengenai kematian Brigadir J.
Sebelum Habisi Brigadir J Secara Sadis, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Sempat Ada Pembicaraan Khusus Selama Kurang Lebih Satu Jam
Komnas HAM menyebut bahwa sebelum mengeksekusi Brigadir Yosua, Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terlibat pembicaraan empat mata selama kurang lebih satu jam.
Perintah Terakhir Ferdy Sambo ke Brigadir J, Mendiang Disuruh Masuk ke Rumah Dinas Lalu Dipaksa Lakukan Hal Ini
Sebelum tewas dibunuh, Brigadir J masuk ke dalam tempat kejadian perkara (TKP) rumah dinas di Duren Tiga Nomor 46 tersebut setelah dipanggil oleh Ferdy Sambo.
Memuat Konten Berikutnya...