Film ini sebelumnya telah memikat penonton saat tayang di bioskop pada pertengahan 2023 dan kini hadir dalam versi drama Indonesia. Dear Jo kembali dipercayakan
Pada sinopsis kali ini di drama Indonesia Dear Jo, Ella dalam keadaan hamil marah kepada Jo. Ya, pada momen tersebut, Ella mengalami konflik dengan Jo. Namun...
Drama Dear Jo mengisahkan Ella (diperankan oleh Anggika Bolsterli) dan Maura (diperankan oleh Fita Anggriani) adalah sahabat karib yang sama-sama bekerja di...
Serial drama Indonesia Dear Jo dari Viu Original dalam setiap episodenya menghadirkan konflik yang membuat pemirsa penasaran dan merasa tergugah untuk terus...
Nah, pada serial drama Dear Jo di episode 2 kali ini, mengisahkan Ella (diperankan oleh Anggika Bolsterli) dan Maura (diperankan oleh Fita Anggriani) adalah...
Nasib malang dialami oleh Maura Dwy Syabila (9 bulan), balita berjenis kelamin perempuan, anak kedua dari pasangan Rudianto (38) dengan Lasinem (30) warga Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun yang menderita penyakit langka sejak lahir yaitu Atresia Bilier.
Maura putri sulung pasangan artis sekaligus politisi Nurul Arifin dan Mayong Suryo Laksono, sempat mengutarakan cita-citanya untuk merilis buku tentang dirinya
Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Maura Magnalia masih mengobrol dengan sang ayah. Bahkan, hingga larut malam maura pun masih chat dengan teman-temannya
Maura Magnalia (28), putri sulung pasangan aktris dan politisi Nurul Arifin dan Mayong Suryo Laksono meninggal dunia. Saat ini jenazah disemayamkan di rumah duka
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.