Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar monitoring dan pengawasan pada dapur dan sejumlah fasilitas pendukung layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Sekretaris Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Aqil Irham menegaskan layanan konsumsi makanan yang disiapkan untuk jemaah haji Indonesia dipastikan aman dan sehat.
Untuk menyambut kedatangan jemaah haji dari Madinah ke Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan layanan dengan berbagai fasilitas.
Kemenag Muchlis M Hanafi mengatakan pemerintah mengedepankan penggunaan bumbu dalam negeri dalam layanan konsumsi bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.
Kepala Seksi Konsumsi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Makkah, Beny Hermawan mengungkapkan jika menu yang akan disuguhkan untuk jemaah haji Indonesia selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) terdiri dari beberapa varian.Â
Perempuan calon haji Maktour dari Al Fath ini memanfaatkan kesitimewaan bersedekah di tanah haram. Dia membagikan makanan dan minuman kepada jemaah lainnya.
Kepala PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Ali Machzumi memastikan pendistribusian stok dan pembuatan makanan jemaah haji Indonesia dibuat langsung oleh chef lokal.
Menag RI, Yaqut Cholil Qoumas mengimbau para jamaah jaga kebugaran fisik sebelum pelaksanaan ibadah haji 2024 imbas cuaca panas di Arab Saudi kian meningkat.
PPIH Arab Saudi mengingatkan layanan katering jamaah haji akan terhenti 3 hari karena kondisi lalu lintas yang sangat padat dan para juru masak juga sudah dikonsentrasikan ke Armina.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.