Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencatat ada 6 orang petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang meninggal dunia pada Pilkada Serentak 2024.
Dua petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dikabarkan meninggal dunia akibat kelelahan dan kecelakaan kerja saat bertugas di pilkada serentak
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengingatkan penyelenggara Pilkada, termasuk yang bernaung di bawah KPU, mewaspadai kemungkinan penyalahgunaan data orang meninggal
Per Kamis (29/2/2024), tercatat ada lima petugas Ad Hoc baik Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun Linmas di DI Yogyakarta yang meninggal dunia.
Polres Way Kanan mengunjungi rumah duka anggota Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Baradatu, Kabupaten Way Kanan Lampung yang meninggal dunia saat pleno tingkat
Diduga kelelahan, Siti Pringgowati, Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 008, Kampung Raman Endra, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung
Ketua KPU RI Hasyim Asyâari mengungkapkan ada 90 petugas tempat pemungutan suara (TPS) meninggal dunia terhitung mulai 14-22 Februari 2024. Segini nilainya.
Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, Ummi Wahyuni mengatakan, ada 30 orang petugas Pemilu 2024 di Jawa Barat yang meninggal dunia setelah melakukan tugas pemilu.Â
Dokter spesialis jantung mencoba menjelaskan kemungkinan penyebab banyak petugas KPPS meninggal saat menjadi petugas Pemilu 2024, termasuk faktor emosional.
KPU DKI Jakarta mengingatkan untuk keluarga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menyiapkan syarat pemberian santunan bagi petugas yang meninggal.
Pasca pencoblosan Pemilu 2024, yang digelar pada Rabu, 14 Februari 2024 lalu, sejumlah petugas yang terlibat dalam pelaksanaan pemilihan umum, meninggal dunia.
Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman.
John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.